Sunday, November 20, 2011

10 Keluarga Terkaya di Asia

Pertumbuhan ekonomi asia yang meningkat, diikuti booming saham dan pasar properti, telah membantu sejumlah bisnis besar Asia untuk bergerak lebih cepat. Para keluarga kaya ini telah banyak bergerak di sejumlah lini industri seperti terdapat di Thailand, Malaysia, Hong Kong, dan Singapura.
Seperti dikutip dari laman cnbc.com, setidaknya terdapat 10 keluarga kaya yang berasal dari Asia. Daftar orang kaya ini diperoleh dari Wealth-X, sebuah perusahaan penelitan yang menyediakan informasi bagi private banking dan perusahaan konsultan. Total kekayaan keluarga kaya ini didasarkan pada kepemilikan perusahaan publik dan privat, pendapatan tunai, dividen, serta aset lain yang diinvestasikan.
Berikut 10 keluarga yang memiliki kekayaan terbesar di Asia:

10. Keluarga Wang,
Negara: Taiwan, Bisnis: Formosa Plastics GroupPerkiraan kekayaan: US$8,6 miliar
Merupakan pendiri dari Formosa Plastics Group dan merupakan perusahaan plastik terbesar di dunia. Kedua bersaudara ini kemudian memutuskan berhenti dari urusan bisnis pada 2006 dan menyerahkan perusahaannya kepada sebuah komite di mana anak perempuan Yung-ching, Cher Wang, dan anak laki-laki Yung-tsai bernama Wen Yuang Wang ikut terlibat.

9. Keluarga Ng,
Negara: Singapura, Bisnis: Far East Organization, Sino GroupPerkiraan kekayaan: US$8,9 miliar
Keluarga Ng memiliki perusahaan pengembang properti terbesar di Singapura dengan bendera Far East Organization serta anak usaha yang berbasis di Hong Kong, Sino Group. Kedua perusahaan ini merupakan salah satu kelompok bisnis properti dengan pendapatan US$4,3 miliar.

8. Keluarga Hartono,
Negara: Indonesia, Bisnis: Kelompok usaha DjarumPerkiraan kekayaan: US$11 miliar
Keluarga Hartono merupakan keluarga terkaya asal Indonesia dan memiliki perusahaan produsen rokok terbesar, Djarum. Kelompok usaha ini juga merupakan salah satu pemilik dari bank terbesar di Indonesia.
Produk rokok Djarum tercatat menguasai 97 persen pasar rokok Amerika Serikat pada 2009. kekayaan keluarga Hartono dikabarkan telah menurun 8 persen menjadi US$10,5 miliar

7. Keluarga Lee Kun Hee,
Negara: Korea Selatan, Bisnis: Samsung GroupPerkiraan kekayaan: US$11,6 miliar
Lee Kun Hee merupakan chairman dari kelompok bisnis Samsung Electronics, anak usaha dari kelompok bisnis Samsung Group yang merupakan kelompok usaha bisnis dengan anak bisnis mencapai 70 perusahaan. Nilai dari kelompok bisnis ini ditaksir mencapai 1/5 dari produk domestik bruto (PDB) Korea Selatan.
Samsung Group didirikan ayah Lee Kun Hee, Byung Chul pada 1938. Kun Hee mengubah bisnis perusahaan menjadi pemain global di industri teknologi. Saat ini, Samsung Electronics merupakan pembuat Chip terbesar kedua di dunia setelah Apple.

6. Keluarga Kuok,
Negara: Malaysia, Singapura, Bisnis: Kuok GroupPerkiraan kekayaan: US$16,1 miliar
Keluarga Kuok merupakan keluarga terkaya di wilayah Asia Tenggara dan pemilik dari jejaring bisnis dari perusahaan-perusahaan yang bergerak di antaranya di bidang pertanian, real estate, dan jasa keuangan.

5. Sunnil Mittal dan keluarga
Negara: India, Bisnis: Bharti Group, Perkiraan kekayaan: US$16,5 miliar
Sunil Bharti Mittal adalah pendiri bisnis Bharti Group, dan chairman dari perusahaan Bharti Airtel yang merupakan operator telekomunikasi terbesar di India. Perusahaan ini juga merupakan operator terbesar kelima di dunia dengan konsumen mencapai 200 juta pelanggan.
Mittal mendirikan bisnisnya pada 1976 pada usia 18 tahun dengan membangun pabrik perakitan sepeda dengan dana awal sekitar US$500 berasal dari sang ayah. Pria berusia 54 tahun itu lalu mengembangkan bisnis Bharti Telecom.

4. Keluarga Kwok, Negara: Hong Kong, Bisnis: Sun Hung Kai PropertiesPerkiraan kekayaan: US$22 miliar
Keluarga Kwok adalah pendiri kerajaan bisnis Sun Hung Kai (SHK) Properties yang merupakan pengembang properti terbesar dari sisi nilai pasar. Yang didirikan pada 1963 oleh pebisnis China daratan Tak Seng Kwok dan mitranya Fung King Hey serta Lee Shau Kee dengan kapitalisasi pasar SHK mencapai US$34,25 miliar.

3. Lakshmi Narayan Mittal dan Keluarga,
Negara: India, Bisnis: Ancelor MittalPerkiraan kekayaan: US$28 miliar.
Konglomerat baja ini mendirikan perusahaan Mittal Steel pada 1989. Mittal merupakanchairman dan CEO kelompok bisnis ini dan memiliki saham 40 persen. Anggota Lakshmi Narayan Mittal merupakan pendiri bisnis AncelorMittal, perusahaan penghasil baja terbesar di dunia. Mittal juga diketahui sebagai orang kaya keenam di dunia, berdasarkan majalah Forbes.

2. Li Ka-shing dan Keluarga,
Negara: Hong Kong, Bisnis: Cheung Kong, PCCW, Hutchison WhampoaPerkiraan kekayaan: US$32 miliar
Li Ka-shing diketahui merupakan salah satu sosok pebisnis kuat di Asia. Perusahaannya kini mencatat kapitalisasi pasar US$92 miliar di Bursa Efek Hong Kong. Ka-shing kini melakukan diversifikasi bisnis termasuk bisnis perkapalan, telekomunikasi, sampai bioteknologi. Bisnis perusahaannya tersebar mulai dari Inggris, Australia, dan China.

1. Keluarga Ambani,
Negara: India, Bisnis: Reliance Industries dan Reliance Group. Perkiraan kekayaan: US$37,6 miliar
Ambani merupakan keluarga terkaya di wilayah Asia Pasifik dan pendiri Reliance Industries yang merupakan perusahaan terbesar India dengan nilai kapitalisasi pasar mencapai US$55,6 miliar.
Perusahaan ini dirintis oleh Dhirubhai Hirachand Ambani pada 1996 dengan mendirikan bisnis tekstil dan terus berkembang dengan melirik bisnis petrochemical, komunikasi, dan pembangkit listrik.

Senarai 10 Negara Terkaya Di Dunia Ketika Ini

Korang tahu tak negara mana paling kaya kat dunia ni? US? Arab? Meh baca senarai 10 negara paling kaya pada tahun 2011 ni. Negara kaya tak guna jugak kalau rakyat sendiri hidup susah merempat di tepi jalan dan takde pekerjaan. :) Agaknya la kan bila Malaysia akan masuk dalam senarai ni?

10. Austria
Austria adalah negara pada kedudukan kesepuluh dalam senarai negara terkaya, dengan KDNK per kapita mencapai US $ 39,711. Negara di mana gula-gula dengan tanda dagangan PEZ ini ditemui, mempunyai populasi sebanyak 8.41 juta, dengan sebahagian besar berbahasa Jerman. Antara industri utama Austria adalah pembinaan, makanan, dan logam.

9. Ireland
Ireland berada di kedudukan kesembilan, dengan KDNK per kapita mencapai US $ 39.999. Negara dengan jumlah penduduk sebanyak 4.58 juta orang ini menggantungkan ekonominya pada industri utama logam, makanan, dan tekstil.

8. Belanda
Dengan KDNK per kapita mencapai US $ 42.447, Belanda menduduki kedudukan kelapan, Runner up Piala Dunia 2010 ini dikenali untuk kadar pengangguran yang rendah, dengan populasi mencapai 16.68 juta. Antara industri utamanya merangkumi pertanian, logam, dan produk kejuruteraan.

7. SwitzerlandWalaupun dunia mengenal Switzerland dari penemuan berupa pisau Swiss Army dan coklatnya lazat, Switzerland sebenarnya adalah negara yang bagus bagi pelabur.Mereka mendakwa KDNK per kapita mencapai US $ 46.424 dengan jumlah penduduk 7.86 juta orang. Ekonomi Switzerland berdasarkan industri pelancongan, mesin, dan bahan kimia.

6. Amerika Syarikat
Amerika Syarikat menduduki tangga keenam negara terkaya dengan KDNK per kapita US $ 47.084. Tanah kebebasan ini merupakan salah satu negara terpadat di dunia, dengan penduduk lebih dari 310 juta penduduk. Industri utamanya termasuk minyak bumi, baja, dan kenderaan bermotor.

5. Singapura
Satu-satunya negara di benua Asia Tenggara yang berjaya masuk senarai ini adalah Singapura, dengan KDNK per kapita mencapai US $ 56.797. Singapura adalah sebuah negara dengan 63 pulau dan rumah bagi 5,07 juta penduduk. Adapun industri utamanya merangkumi elektronik, kimia, dan perkhidmatan kewangan.

4. Norway
Sedangkan di kedudukan keempat negara terkaya adalah Norway, dengan KDNK per kapita mencapai US $ 56.920. Kerajaan Norway adalah salah satu daripada beberapa negara dunia yang masih diperintah seorang raja. Negara dengan populasi mencapai 4,97 juta orang ini wilayah strategik ekonomi ini, mempunyai minyak dan gas asli, dan pemprosesan yang bagus.

3. Emiriah Arab
Emiriah Arab dengan KDNK per kapita sebanyak US $ 57.774 menjadi negara terkaya ketiga dunia. Negara yang mempunyai Dubai Mall, pusat membeli-belah terbesar di dunia ini, terdiri dari tujuh amiriah dan dikawal oleh presiden. Emiriah Arab juga rumah bagi 8.260.000 orang dan mengkhususkan diri dalam minyak bumi, petrokimia, aluminium, dan semen.

2. LuxembourgDi posisi kedua adalah Luxembourg, dengan KDNK per kapita US $ 89.562. Walaupun merupakan negara Eropah yang kecil, bahkan lebih kecil dari Rhode Island, Luxembourg mempunyai bahasa sendiri iaitu Luxembourgish. Selain menggunakan dua bahasa lain yakni Perancis dan Jerman. Penduduk di sini tidak banyak, hanya 0,51 juta orang. Sedangkan industri terbesar adalah perbankan, perkhidmatan kewangan, besi dan baja.

1.Qatar
Negara yang menduduki peringkat pertama terkaya berdasarkan GDP adalah Qatar, dengan KDNK mencapai US $ 91.379 per kapita. Negara penganjur Piala Dunia pada 2022 mendatang ini mempunyai populasi sebanyak 1,69 juta penduduk. Seperti banyak negara-negara Timur Tengah, pengeluaran minyak mentah dan penyulingan memainkan peranan besar bagi pendapatan negara ini.

Saturday, November 19, 2011

Bukti-bukti Penipuan Holocaust

Pada awal tahun 1935, beberapa buah kapal penumpang dengan diiringi armada kapal selam tentera telah berlayar secara rahsia dariPelabuhan Bremerhaven, Jerman keHaifa (Palestin). Kapal-kapal penumpang tersebut dipenuhi oleh rakyat Jerman dan beberapa Negara Eropah lain yang berbangsa Yahudi. Tertera pada badan kapal penumpang tersebut (kapal penumpang yang terbesar di kalangan kapal penumpang tersebut) perkataan Hebrew yang berbunyi Tel Aviv. Lihat video ketibaan pendatang Yahudi di sini.












Peningkatan mendadak penduduk Yahudi di Palestin




Kesemua kapal penumpang tersebut mengibarkan bendera Nazi dengan lambangSwastika. Armada kapal selam tentera yang mengiringi kapal-kapal penumpang tersebut dikatakan mempunyai bendera Third Reich (bendera Nazi Jerman). Pemilik kapal Tel Aviv itu adalah orang Yahudi, merupakan salah seorang pemimpin dalam pergerakan Teutonic Zionist. Para pengendali kapal-kapal penumpang tertsebut merupakan pegawai-pegawaiSS (satu organisasi dalam Nazi) dan juga para tentera Jerman. Misi ini berterusan sehingga bermulanya Perang Dunia Kedua. Para Yahudi yang dipindahkan tersebut telah diisytiharkan mati oleh Nazi Jerman sebagai korban Holocaust.
Nampak atau tidak bagaimana angka korban Holocaust dicipta?
Holocaust adalah peristiwa pemusnahan hampir seluruh bangsa Yahudi Eropah oleh Nazi Jerman dan sekutunya ketika berlakunya Perang Dunia Kedua. Orang Yahudi sering menyebut peristiwa ini sebagai Shoah, iaitu bermaksud malapetaka atau bencana hebat dalam bahasa Ibrani. Holocaust sendiri berasal dari bahasa Yunani, holo yang bererti seluruh, dan caustos yang bererti terbakar. Kononnya, Nazi Jerman dipercayai telah memusnahkan sekitar 6.3 juta orang Yahudi (angka yang direka selama ini oleh puak-puak Yahudi)
Pembunuhan Yahudi secara beramai-ramai adalah merupakan satu rancangan besar dan pembohongan paling besar yang mereka rancang sebelum tertubuhnya negara haram Israel, dengan adanya cerita pembunuhan beramai-ramai ini, dunia akan bersimpati pada kaum Yahudi yang kononnya ditindas.


Monday, November 14, 2011

Bukti-bukti Penipuan Holocaust
Pada awal tahun 1935, beberapa buah kapal penumpang dengan diiringi armada kapal selam tentera telah berlayar secara rahsia dariPelabuhan Bremerhaven, Jerman keHaifa (Palestin). Kapal-kapal penumpang tersebut dipenuhi oleh rakyat Jerman dan beberapa Negara Eropah lain yang berbangsa Yahudi. Tertera pada badan kapal penumpang tersebut (kapal penumpang yang terbesar di kalangan kapal penumpang tersebut) perkataan Hebrew yang berbunyi Tel Aviv. Lihat video ketibaan pendatang Yahudi di sini.

Peningkatan mendadak penduduk Yahudi di Palestin
Kesemua kapal penumpang tersebut mengibarkan bendera Nazi dengan lambangSwastika. Armada kapal selam tentera yang mengiringi kapal-kapal penumpang tersebut dikatakan mempunyai bendera Third Reich (bendera Nazi Jerman). Pemilik kapal Tel Aviv itu adalah orang Yahudi, merupakan salah seorang pemimpin dalam pergerakan Teutonic Zionist. Para pengendali kapal-kapal penumpang tertsebut merupakan pegawai-pegawaiSS (satu organisasi dalam Nazi) dan juga para tentera Jerman. Misi ini berterusan sehingga bermulanya Perang Dunia Kedua. Para Yahudi yang dipindahkan tersebut telah diisytiharkan mati oleh Nazi Jerman sebagai korban Holocaust.
Nampak atau tidak bagaimana angka korban Holocaust dicipta?
Holocaust adalah peristiwa pemusnahan hampir seluruh bangsa Yahudi Eropah oleh Nazi Jerman dan sekutunya ketika berlakunya Perang Dunia Kedua. Orang Yahudi sering menyebut peristiwa ini sebagai Shoah, iaitu bermaksud malapetaka atau bencana hebat dalam bahasa Ibrani. Holocaust sendiri berasal dari bahasa Yunani, holo yang bererti seluruh, dan caustos yang bererti terbakar. Kononnya, Nazi Jerman dipercayai telah memusnahkan sekitar 6.3 juta orang Yahudi (angka yang direka selama ini oleh puak-puak Yahudi)
Pembunuhan Yahudi secara beramai-ramai adalah merupakan satu rancangan besar dan pembohongan paling besar yang mereka rancang sebelum tertubuhnya negara haram Israel, dengan adanya cerita pembunuhan beramai-ramai ini, dunia akan bersimpati pada kaum Yahudi yang kononnya ditindas.

Propaganda yang Dicanangkan oleh Yahudi dan Sekutu Barat Berkenaan Holocaust
Terdapat banyak bukti yang menafikan kewujudan Holocaust terhadap Yahudi.



Bukti Pembohongan Pertama



Dr. David Irving, seorang pakar sejarah Britain yang membuat kajian tentang Perang Dunia Kedua menegaskan Holocaust adalah mitos semata-mata. Malah, seorang lagi pakar sejarah Britain, Allan Bullockberkata, Hitler tidak pernah mengarahkan Yahudi dibunuh.










Dr. David Irving






Fakta ini disokong oleh pakar sejarah lain yang menyatakan tiada satu bukti kukuh Nazi melakukan pembersihan etnik seperti yang didakwa sama ada menerusi ribuan dokumen yang dirampas selepas perang atau kenyataan saksi.




Bukti Pembohongan Kedua




Pada Mei 1988, Irwing, membentangkan laporan yang dibuat olehFred A Leuchter, seorang pakar rekaan dan peniruan alat membunuh, termasuk bilik gas beracun. Leuchter yang mengkaji dan mengambil sampel dari bilik kem tahanan Auschwitz, Birkenau dan Lublinmenegaskan tiada proses menyalurkan gas beracun berlaku.




Kem Tahanan Auschwitz






Malah apa yang mengejutkan kepada Leuchter, tiada sebarang kesan beracun sianida di kesan dalam bilik kem terbabit. Kajian juga menyatakan sejenis racun yang didakwa digunakan untuk membunuh Yahudi, Zyklon-B, sebenarnya hanya digunakan untuk membunuh serangga. Ini kerana Zyklon-B meninggalkan kesan yang tidak boleh hilang meskipun selepas beratus tahun dan kajian tidak menemui kesan ketara penggunaan racun itu.

Tin yang mengandungi Zyklon-B ditinggalkan di kem tahananPada 1991, kerajaan Poland mengulangi ujian ini dalam usaha menyangkal hasil penemuan Leuchter, tetapi mereka juga gagal menemui sebarang bukti peristiwa kejam itu berlaku.

Ramai Orang Mempertikaikan Kewujudan Holocaust




Bukti Pembohongan Ketiga




Kewibawaan mengenai dewan bunuh ini juga amat palsu. Kajian menunjukkan bilik ini hanya sekadar bilik biasa yang tidak kedap udara dan mempunyai ruang udara yang agak besar di lantai dan di bawah pintu. Jika benar Jerman menyalurkan gas dibilik terbabit, pasti racun ini turut mematikan tentera. Selain itu tiada peralatan lain bagi melakukan proses itu ditemui.
Meskipun dakwaan enam juta orang mati akibat gas beracun, tiada satu pun mayat yang dihimpunkan selepas perang sama ada di kubur besar atau reput di tepi kem tahanan diambil untuk dijalankan bedah siasat bagi membuktikan punca sebenar kematian mereka.
Kebanyakan mangsa yang maut itu adalah rakyat Jerman dan hanya segelintir berbangsa Yahudi.





Bilik beracun di Kem Auschwitz






Malah, kajian juga membuktikan tentera Jerman memerlukan masa selama 68 tahun untuk menyumbat tahanan dalam bilik beracun seperti di Auschwitz, bagi membunuh Lima juta Yahudi.




Bukti Pembohongan Keempat








Diari Anne Frank






Menurut pakar sejarah, Diari Anne Frank juga palsu kerana sebahagian daripada diari itu ditulis menggunakan pen yang belum lagi wujud pada zaman itu. Diari berkenaan menceritakan pengalaman Anne Frank sendiri sewaktu dalam tahanan Nazi dan pengalaman ketika berlakunya peristiwa "Holocaust".
Bukti Pembohongan Kelima
Seorang rakyat Perancis yang terselamat daripada kem Nazi ini, Paul Rassinier dalam bukunya Le Mesonge d’Ulysse (Pembohongan di Ulysse) pada 1949 serta buku Le Drame des Juifs Europeens (Drama Yahudi Eropah) pada 1964, menegaskan beliau tidak pernah melihat sebarang bukti Yahudi dibunuh beramai-ramai dalam bilik beracun.
Sementara itu, dalam buku tulisan profesor Universiti Northwestern, Amerika bertajuk The Hoax of The Twentieth Century, Dr. Arthur Butz, menegaskan meskipun ramai juga Yahudi yang dibunuh oleh Nazi, mereka bukan menjadi mangsa pembersihan etnik dan pembunuhan beramai-ramai.
Butz berkata, setengah juta mati dalam kem tahanan Nazi ketika Perang Dunia Kedua tetapi Yahudi merupakan sejumlah kecil daripada yang mati. Dan bukti ini diperkukuhkan oleh badan bebas yang ditubuhkan di Costa Mesa, California pada 1979 dan dikenali sebagai Institut Kajian Semula Sejarah (IHR).
Arthur Butz menyatakan bahawa gas Zyklon-B tidak digunakan untuk membunuh manusia, tapi untuk proses menghilangkan bakteria pada pakaian. Ini dinyatakan di dalam buku yang ditulisnya, "The Hoax of the 20th Century: The case against the presumed extermination of European Jewry" pada 1976.
Dari kalangan ilmuwan barat sendiri ada beberapa orang yang menyangkal kewujudan Holocaust. Di antaranya adalah pengarang Perancis Roger Garaudy, Professor Robert Maurisson, Ernst Zundeldan David Irving.
Tetapi hampir kesemua yang menafikan kewujudan Holocaust ini dimasukkan kedalam penjara. Ernst Zundel dihukum 5 tahun penjara. Seorang peguam, Herbert Schaller, menghujah bahawa semua bukti tentang adanya Holocaust hanyalah berdasarkan pengakuan mangsa-mangsanya sahaja, bukan berdasarkan fakta-fakta yang jelas. Ernst Zundel juga pernah ditahan pada tahun 1985 dan ditahan lagi pada 1988 dalam kes yang sama. Penahanan ini bertentangan dengan apa yang dilaungkan oleh negara barat tentang kebebasan berpendapat.
Bukti Pembohongan Keenam
Seorang sejarawan Yahudi, David Cole telah melawat Auschwitz pada tahun 1992. Dalam lawatannya itu beliau sempat bersoal jawab dengan Ketua Muzium Hplocaust di kem itu,Dr. Fransiszek Piper.
Dalam temuramah itu, Piper mengakui bahawa bilik gas beracun yang ditunjukkan di kem itu untuk tontonan berjuta pelancong dunia, sebenarnya diubah suai oleh tentera Russia selepas perang. Berikutan itu, Cole menegaskan kenyataan Piper ini membuktikan kenyataan Irwing.
Bukti Pembohongan Ketujuh
Dalam sebuah perbicaraan yang dilangsungkan di mahkamah, Ketua Mahkamah Agung menyatakan bahawa Perbicaraan Nurmberg yang ditubuhkan bagi membicarakan pesalah jenayah perang Jerman sebenarnya adalah usaha unruk menghancurkan Jerman.
Pesalah jenayah perang Nazi pada perbicaraan itu yang sebelum ini menjadi Pemerintah Aushwitz yang juga merupakan Timbalan Fuhrer Rudolf Hess memberitahu beliau didera dan diugut untuk membuat pengakuan bahawa kem itu telah membunuh dua juta Yahudi di dewan bunuh beracun tersebut.
Adolf Hitler
Adolf Hitler merupakan orang yang dikatakan bertanggungjawab terhadap Holocaust ini merupakan keturunan Yahudi (sila baca Adolf Hitler Terbukti Berketurunan Yahudi). Dikatakan bahawa bapanya, Alois Hitler merupakan anak luar nikah di antara seorang Yahudi berpengaruh, Baron Rothschilds dengan pembantu rumahnya. Hitler juga merupakan penganut kultus kesyaitanan Thule dan Vrill.

Beberapa Keraguan Yang Terdapat Dalam Watak Hitler Dan Nazi
1. Datuk kepada bekas presiden George Bush juga pernah memberikan bantuan kepada Hitler untuk berkuasa. Berikut adalah petikan dari artikel di guardian.co.uk:




“George Bush’s grandfather, the late US senator Prescott Bush, was a director and shareholder of companies that profited fromtheir involvement with the financial backers of Nazi Germany. “









Perscott Bush, Datuk kepada Bekas Presiden USA, George W. Bush




2. Ramai saintis NAZI yang diserap masuk ke dalam NASA.
3. Kedua-dua negara ini iaitu Jerman (NAZI) dan Amerika Syarikat mencetuskan visi globalisasi iaitu untuk menguasai dunia. Antara cita-cita Hitler adalah untuk memerintah dunia.
4. Adolf Hitler dipercayai adalah agen British dan pernah ke England pada 1912 untuk urusan latihan. Antara yang dipelajarinya adalah cara 'brainwash' manusia. Tempat latihannya adalah di British Military Psych-Ops War School, Tavistock, Devon dan di Ireland. Maklumat tentang Hitler ke England ada tercatat dalam buku catatan adik iparnya, “The Memoirs of Bridget Hitler” (1979). Semasa Perang Dunia Pertama, Hitler hanya menjadi ‘runner’ dalam askar Jerman dan pernah ditangkap 2 kali oleh askar British. Dia telah dikenakan hukuman oleh British Intelligence.
5. Jerman (NAZI) dan Amerika Syarikat telah membunuh jutaan manusia. NAZI bukan sahaja membunuh orang-orang Yahudi, tetapi juga orang-orang Poland, orang-orang Slavic. Orang Islam dan lain-lain
6. Hitler sendiri mempunyai darah campuran Yahudi. Dan 155,000 askar NAZI adalah berdarah Yahudi termasuklah seribu lebih pegawai-pegawai dan pegawai tertinggi. Yahudi yang manakah mereka bunuh?






Askar Nazi Jerman ada yang berbangsa Yahudi


7. Media menggembar-gemburkan Adolf Hitler membunuh 6.8 juta Yahudi tetapi di Eropah pada masa itu hanya mempunyai sekitar 3.5 juta orang berbangsa Yahudi sahaja.
Dengan menggunakan Holocaust sebagai modal perniagaan, Yahudi memperolehi keuntungan dari segi wang, material dan sokongan dalam menjalankan misi jahat mereka.















Monday, November 14, 2011

Jerman merupakan sekutu dari Turki selama berlangsungnya Perang Dunia Pertama. Setelah berakhirnya perang akbar tersebut, pihak Jerman menderita rasa malu dan kepedihan yang amat dalam atas kekalahan yang telah mereka alami dan penghinaan dari Sekutu si pemenang. Hal ini ternyata berlaku pula bagi orang-orang Arab yang merasa dikhianati oleh janji-janji palsu Inggris dan Prancis akan kemerdekaan mereka. Banyak dari pejuang-pejuang terbaik Arab dan Muslim yang tewas dalam pertempuran demi membela Sekutu, dan kini mereka menuntut hak-hak mereka yang selama ini terabaikan. Situasi yang suram ini dimanfaatkan oleh para strategis Jerman untuk menentukan posisi geopolitis mereka dalam melawan imperialisme-plutokratik dan merapat lebih dekat lagi kepada bangsa-bangsa Timur Tengah yang tertekan. Sebabnya adalah sederhana: mereka mempunyai musuh yang sama: pihak Sekutu Barat (Inggris, Prancis, Amerika dan lain-lain).Para strategis Jerman ini termasuk pula adalah Karl Haushofer dan Otto Strasser yang sangat menginginkan adanya "kekuatan ketiga" di Eropa yang sama-sama menjadi oposan dari kapitalisme dan komunisme. Minat utama para strategis ini adalah untuk memenangkan kaum "tidak berpunya" (yang selama ini tertekan) melawan kaum "berpunya". Latar belakang ini ternyata kemudian membuat beberapa di antara orang-orang Jerman tersebut yang masuk Islam setelah mendalami lebih jauh akan sumber utama dari kebudayaan Arab yang mereka teliti





Dengan bangkitnya gerakan Nasional-Sosialis di Jerman, bermunculan pula tokoh-tokoh politik baru di Jerman yang menyuarakan statemen-statemen tentang Islam yang sangat kontras dengan keyakinan umum yang berlaku saat itu di Eropa. Tokoh-tokoh ini termasuk pula adalah Adolf Hitler dan Heinrich Himler! Sepeti apa pandangan-pandangan mereka tentang Islam? Mari kita lihat contoh salah satunya di bawah:Pandangan Nazi pada islam 1:pada bulan November 1938 sebuah surat kabar bernama Die Welt, dengan merujuk pada artikel yang muncul di Der Arbeitsmann, menulis sebagai berikut: "Inti utama dari artikel tersebut adalah pujian akan konsep Islam tentang takdir, sebagai sebuah contoh komperehensif akan ide-ide tentang nasib yang akan datang. Hal ini sekaligus pula bertentangan dengan konsep-konsep yang diyakini oleh doktrin Kekristenan yang selama ini berlaku." Di pihak lain, dengan merujuk pada mingguan Berlin Fridericus, sebuah majalah Prancis menulis bahwa "jumlah orang-orang yang masuk Islam yang semakin meningkat sampai saat ini tak pernah menimbulkan masalah berarti di Jerman."Fridericus mengklaim bahwa hal ini disebabkan oleh konsep Islam yang "memproklamasikan prinsip-prinsip vital dari etika yang sudah terbina, sehingga sangat mungkin untuk dikonfirmasikan." Dengan mengharmonisasikan ide-ide keadilan dan pengampunan, Islam telah membuat "banyak orang-orang Nordik yang merasa tertarik dengan ajaran-ajaran pembebasan dan keseteraan yang dikemukakannya."Der Welt menyimpulkan laporannya: "Orang-orang Austria yang bergabung kembali dengan Reich mendapati bahwa di ibukota yang baru kini berkembang penelitian dan minat yang besar akan agama Muhammad, sehingga kita bisa melihat bertambahnya orang-orang lokal yang memproklamirkan diri sebagai pengikutnya (seperti tercatat di laporan resmi pemerintah). Di pihak lain, propaganda-propaganda terencana yang mendukung ditinggalkannya ajaran-ajaran Gereja Kristen malah semakin berkembang." (dikutip dari buku "Nazisme et Islam" karya Omar Amin Mufti).Sebelum saya melanjutkan cerita zzzz ini (tewaak!), saya merasa perlu untuk memberikan sedikit pengetahuan tambahan yang berkaitan dengan Third Reich. Meskipun saya berusaha sebisa mungkin untuk bersikap fair dalam artikel-artikel ini, saya juga tidak memungkiri bahwa ada banyak elemen-elemen dari kekuatan Eropa yang menonjol di pertengahan abad ke-20 ini yang membuat saya terkagum-kagum.Satu yang jelas adalah kebohongan luar biasa yang ditelan mentah-mentah oleh kebanyakan dari kita yang berkaitan dengan sikap rasis para Nazi. Hal ini adalah sesuatu yang wajar, karena kita perlu ingat bahwa sejarah selalu ditulis oleh si pemenang, dan khusus dalam hal ini telah ditambahi pula oleh propaganda-propaganda tak kenal henti dari media massa dunia yang hampir sepenuhnya dikuasai oleh Yahudi. Saya sangat percaya bahwa bila kita ingin mendapat fakta yang jernih dari bias dan kepentingan-kepentingan sekelompok orang, maka kita harus meneliti sejarah periode tersebut dengan membawa hati yang jujur dan fair sehingga kesimpulan yang kita ambil nantinya bukanlah sesuatu yang hanya menjadi pengekor dari "trend" yang berlaku saat ini. Tidak selalu kenyataan adalah apa yang diyakini oleh orang banyak, karena seperti yang Hitler telah katakan sendiri: "Apabila suatu kebohongan dijejalkan terus-menerus, maka orang akan menganggapnya sebagai sebuah fakta."Iya memang Jerman zaman Nazi menerapkan sistem rasialisme dalam pemerintahan mereka, tapi sistem yang seperti apa? Nah, semoga ilustrasi ini bisa membantu anda:Rasialisme nazi:"Rasialisme Jerman berarti penemuan kembali nilai-nilai kreatif dari ras mereka sendiri, sekaligus penemuan kembali kebudayaan mereka. Usaha pencarian yang mereka lakukan adalah sesuatu yang mengagumkan dan terhormat. Rasialisme Nasional-Sosialisme bukanlah dibuat untuk melawan ras lain melainkan dibuat untuk kepentingan ras sendiri. Tujuannya adalah untuk mempertahankan dan mengembangkan ras yang sudah ada, dan mengharapkan ras lainnya melakukan hal yang sama.""Hal ini dibuktikan ketika Waffen-SS memperbesar jumlah anggotanya dengan memasukkan tidak kurang dari 60.000 orang Islam ke dalam jajarannya. Waffen-SS sangat menghargai cara mereka menjalani hidup, adat kebiasaan, dan terutama keyakinan religiusnya. Setiap batalion SS Islam mempunyai imamnya masing-masing, dan setiap kompi mempunyai Mullah. Harapan kita bersama adalah semoga kualitas mereka mendapat apresiasi setinggi mungkin. Inilah rasialisme yang kita anut! Aku hadir saat setiap kamerad Islamku menerima hadiah pribadi dari Hitler selama berlangsungnya tahun baru. Tahukah anda apa hadiahnya? Sebuah liontin dengan Al-Qur'an kecil di dalamnya! Hitler telah sangat menghormati mereka dengan memberikan aspek terpenting dalam hidup dan sejarah mereka. Singkatnya, rasialisme Nasional-Sosialisme merupakan ideologi yang setia pada rasnya sendiri dan sangat menghormati ras lainnya" (Léon Degrelle, "Epic: The Story of the Waffen SS," The Journal for Historical Review, vol. 3, no. 4, halaman 441-468).Nazi dan islam:Dalam Perang Dunia II, Jerman berperang melawan negara-negara yang selama ini kita kenal sebagai negara penjajah bangsa-bangsa Muslim seperti Inggris, Prancis, Rusia dan Belanda. Hal inilah yang menyebabkan jutaan orang Islam di seluruh dunia mendukung Hitler dan mendaftarkan diri sebagai sukarelawan di ketentaraannya. Sebagian terbesar dari mereka adalah orang-orang Bosnia, Albania, Chechnya, Tatar, dan bangsa-bangsa lainnya yang berada di bawah tirani komunis Soviet. Jangan lupakan pula unit-unit yang terdiri dari para anggota perlawanan Arab (Freies Arabien).






Hitler dan ulama


Muhammad Amin al-Husseini, Mufti Besar al-Quds (Jerusalem), memimpin perlawanan Palestina melawan Yahudi dan Inggris dari pembuangannya di Berlin, dan mantan Perdana Menteri Irak Rashid Ali al-Gailani juga memimpin perlawanan bangsanya dalam melawan imperialisme Inggris dari ibukota Jerman tersebut. Terdapat pula grup-grup pelopor dari jurnalis Arab, penulis, dan aktivis yang berjuang demi kemerdekaan negara mereka masing-masing dari pengasingan mereka di Jerman.Dan sekarang saya ingin bertanya: Kita dijajah selama ratusan tahun oleh Belanda, dan kemudian Belanda sendiri diperangi oleh Hitler, lalu mengapa sekarang kita berkaok-kaok menghujat Nazi dan segala sesuatu tentangnya dengan "berpedoman" pada propaganda karbitan yang kita telan mentah-mentah? Apakah dalam sejarahnya Nazi Jerman pernah menjajah Indonesia? Apakah dalam sejarahnya Nazi Jerman begitu berlumuran darah orang-orang Muslim? Jawabannya adalah: WADON BAE BLE'E-BLE'E (baca: TIDAK!)Saya ingatkan lagi tentang apa yang telah ditulis sebelumnya tentang strategi geopolitik Jerman, kebangkitan Jerman sebagai negara superpower dan pendirian divisi-divisi Islam. Semua ini telah menyediakan sebab bagi kebijakan-kebijakan Hitler yang sangat pro-Muslim. Hambatan utama terletak dari diplomat-diplomat tua yang lebih memilih kebijakan konservatif demi menenangkan kekuatan-kekuatan dunia saat itu dan tidak mengancam keseimbangan kekuatan yang ada. Tapi disana terdapat pula elemen-elemen muda dalam tubuh Kementerian Luar Negeri Jerman yang ingin mengambil keuntungan dari perjuangan anti-kolonialisme yang digalakkan negara-negara terjajah sehingga mereka mendukung adanya kebijakan pro-Arab dalam melawan Zionisme yang didukung oleh imperialis Barat. Tentu saja hal ini sangat klop dengan arah kebijakan yang diambil Hitler saat itu.Para pendukung Arab ini di antaranya adalah Dr. Fritz Grobba, seorang veteran di Kementerian Luar Negeri dari tahun 1924 yang kemudian bertugas sebagai Duta Besar Jerman di Irak dan Arab Saudi. Dia merupakan seorang pengagum kebudayaan Islam yang dijuluki "Lawrence of Arabia-nya Jerman" dan menjadi teman dekat dari al-Husseini. Setelah Perang Dunia II usai, Grobba memeluk agama Islam dan menjadi penghubung politik antara pemimpin Mesir Gamal Abdel Nasser dengan pihak Jerman dan Soviet (Kevin Coogan, Dreamer of the Day: Francis Parker Yockey and the Postwar Fascist International, New York: Autonomedia, 1999, halaman 383).Tokoh lainnya adalah Werner-Otto von Hentig, teman dekat dari Grobba yang merupakan mantan kepala Divisi Arab di Kementerian Luar Negerinya Joachim von Ribbentrop. Setelah perang usai, dia menghabiskan sebagian besar waktunya di Timur Tengah. Pada tahun 1955 Raja Ibnu Saud menunjuknya sebagai kepala penasihat Eropa untuk Arab Saudi. Dahsyatnya lagi, dia kemudian menjabat sebagai Duta Besar Jerman untuk? Indonesia! Dalam kapasitasnya tersebut, dia menemani delegasi Saudi sebagai penasihat khusus dalam Konferensi Asia-Afrika yang digelar di Bandung bulan April tahun 1955. Hentig memberi nasihat pada orang-orang Arab untuk mengadopsi kebijakan netralisme dalam politik dunia dan mempertahankan kemerdekaan mereka dari super power dunia saat itu, Amerika dan Rusia (Kevin Coogan, Dreamer of the Day: Francis Parker Yockey and the Postwar Fascist International, New York: Autonomedia, 1999, halaman 384).Setelah Perang Dunia II berakhir, banyak para petinggi Nazi dan mantan perwira SS yang pindah ke negara-negara Arab, menjadi penganut agama Islam, dan mempunyai jabatan militer atau birokratis di negara baru mereka, terutama di Mesir dan Suriah (cf., Jean and Michel Angebert, The Occult and the Third Reich, New York: Macmillan, 1974, halaman 275-276). Di bawah ini adalah daftar beberapa dari mereka, yang hampir semuanya menjadi mualaf:

Erich Altern (Ali Bella) : Mantan komisioner seksi urusan Yahudi di Gestapo yang kemudian menetap di Mesir dan menjadi instruktur para pejuang perlawanan Fatah dalam melawan Israel.

Hans Appler (Salah Chaffar) : Mantan anakbuah Goebbels yang kemudian bekerja di Kementerian Informasi Inggris tahun 1956 dan kemudian dilanjutkan dengan menjadi anggota Islamic Congress.

Franz Bartel (Hussein) : Asisten kepala Gestapo di Kattowitz, dari sejak tahun 1959 dia lalu bertugas di departemen Yahudi yang menjadi bagian dari Kementerian Informasi Mesir.

Walter Baumann (Ali Ben Khader) : SS-Sturmbannführer yang pernah bertugas di Warsawa, dia lalu bekerja di Kementerian Peperangan Mesir dan menjadi instruktur Front Pembebasan Palestina.

Fritz Bayerlein : Jenderal terkenal Perang Dunia II yang pernah bertempur bersama Erwin Rommel di Afrika Utara. Dia ikut membantu perbaikan tank-tank kepunyaan Angkatan Darat Mesir.

Hans Becher : Kepala seksi Yahudi Gestapo di Wina, dia kemudian menjadi instruktur kepolisian Mesir di Alexandria (Iskandariyah).

Wilhelm Beissner : Kepala Kantor Pusat Keamanan Reich (RSHA) yang kemudian bertempat tinggal di Mesir.

Bernhard Bender (Bashir Ben Salah) : perwira Gestapo yang pengetahuan mendalamnya akan Yiddish membuatnya mampu masuk ke dalam organisasi bawah tanah Yahudi di Warsawa. Dia kemudian bertugas sebagai penasihat satuan polisi politik di Kairo dengan pangkat Letnan Kolonel.

Werner Birgel (El-Gamin). Perwira SS dari Leipzig yang bertugas di Kementerian Informasi Mesir.

Wilhelm Böckler (Abd al-Karim) : SS-Untersturmführer yang bertugas di Warsawa. Dia kemudian menjadi seorang pejabat di Kementerian Informasi Mesir bagian urusan Israel setelah kabur ke negara tersebut pada tahun 1949.

Wilhelm Börner (Ali Ben Keshir): SS-Sturmbannführer yang kemudian bertugas di Kementerian Dalam Negeri Mesir dan menjadi instruktur Front Pembebasan Palestina

.Alois Brunner (Ali Mohammed) : Perwira SS yang memegang posisi senior di Departemen Yahudi pimpinan Adolf Eichmann. Dia kemudian menjadi penasihat pasukan khusus Mesir dan Suriah. Mossad (dinas intelijen Israel) berkali-kali mencoba membunuhnya di Damaskus, yang diberitakan sebagai tempat tinggalnya.

Friedrich Buble (Ben Amman) : SS-Obergruppenführer bersama Gestapo yang kemudian menjadi direktur Departemen Hubungan Masyarakat Mesir tahun 1952 sekaligus sebagai penasihat pasukan polisi Kairo.

Franz Bünsch: Anak buah Goebbels yang menjadi koresponden BND di Kairo dan membantu mengorganisasikan mata uang Riyal Arab Saudi tahun 1958.Erich Bunzel : SA-Obersturmführer sekaligus Major dan kolega Goebbels. Dia kemudian bertugas di departemen Israel di Kementerian Informasi Mesir.

Joachim Däumling (Ibrahim Mustafa): Kepala Gestapo di Düsseldorf, dia kemudian menjadi penasihat sistem penjara Mesir dan anggota pelayanan operator radio di Kairo. Dia dipekerjakan untuk membantu pengembangan dinas intelijen Mesir.

Hans Eisele : Dokter SS dengan pangkat Hauptsturmführer yang kemudian menjadi staf medis di fasilitas pesawat dan misil Mesir di Helwan sampai dengan kematiannya tahun 1965.

Wilhelm Fahrmbacher : Generalleutnant dalam tubuh Wehrmacht yang menjadi penanggungjawab Vlassov Armee di Prancis tahun 1944. Dia kemudian bertugas sebagai penasihat militer Gamal Abdel Nasser dan bergabung dengan staff perencana pusat di Kairo.

Eugen Fichberger : SS-SturmbannführerLeopold Gleim (Ali al-Nasher) : SS-Standartenführer di Warsawa dan kepala departemen Gestapo untuk urusan Yahudi di Polandia. Dia kemudian bertugas di dinas intelijen Mesir.

Gruber (Aradji) : Teman dekat kepala Abwehr (Dinas Intelijen Wehrmacht) Admiral Wilhelm Canaris. Dia lalu melarikan diri ke Mesir dan bekerja untuk Liga Arab dari tahun 1950

.Baron von Harder : Mantan asisten Goebbels yang kemudian tinggal di Mesir.Ludwig Heiden (Luis el-Hadj) : Perwira SS sekaligus jurnalis Weltdienst (agen pers Jerman) yang ditransfer ke kantor pers Mesir dalam Perang Dunia II. Setelah perang usai, dia kembali lagi ke Mesir tahun 1950 dan menulis buku-buku tentang Third Reich dalam bahasa Arab!

Aribert Heim : SS-Hauptsturmführer yang kemudian menjadi dokter di pasukan kepolisian Mesir.

Franz Hithofer : Perwira Gestapo di Wina yang melarikan diri ke Mesir tahun 1950.Ulrik Klaus (Muhammad Akbar).

Karl Luder : Mantan kepala Hitlerjugend di Polandia yang kemudian bertugas di Kementerian Peperangan Mesir.

Gerhard Mertins : SS-Standartenführer.Rudolf Mildner : SS-Standartenführer dan kepala Gestapo di Katowitz dan Polizei di Denmark. Dia bertempat tinggal di Mesir dari tahun 1963.

Alois Moser : SS-Gruppenführer yang bertugas di Ukraina dan kemudian menjadi instruktur gerakan paramiliter BAJU HIJAU di Kairo.

Oskar Münzel : Jenderal Wehrmacht yang melarikan diri ke Mesir tahun 1950 dan kemudian mengorganisasi pasukan parasut negara tersebut.

Gerd von Nimzek (Ben Ali) : Melarikan diri ke Mesir tahun 1950.Achim Dieter Pelschnik (el-Said) : Melarikan diri ke Mesir usai Perang Dunia II.

Franz Rademacher (Thome Rossel) : Direktur seksi urusan Yahudi di Kantor Kementerian Luar Negeri Jerman dari tahun 1940 sampai dengan 1943. Dia kemudian melarikan diri ke Suriah dan bekerja sebagai jurnalis lokal.

Hans Reichenberg : Mantan perwira SS yang tinggal di Tangier dan mendirikan perusahaan ekspor-impor Arabo-Afrika dan membantu penyelundupan senjata-senjata untuk kepentingan organisasi perjuangan anti-imperialis FLN di Aljazair.

Schmalstich : SS-SturmbannführerSeipel (Emmad Zuhair) : SS-Sturmbannführer dan perwira Gestapo di Paris yang kemudian bekerja untuk dinas keamanan di Kementerian Dalam Negeri Mesir.

Heinrich Sellmann (Hassan Suleiman) : Kepala Gestapo di Ulm yang mengabdi di dinas keamanan Kementerian Informasi Mesir sekaligus menjadi penasihat masalah kontra-spionase.

Ernst-Wilhelm Springer : Mantan perwira SS yang ikut membantu pembentukan Legiun Muslim SS dan kemudian mengungsi ke Mesir setelah perang. Dia lalu melanjutkan karirnya sebagai penyedia senjata untuk FLN.

Albert Thielemann (Amman Kader) : Kepala SS di Bohemia yang bertugas di Kementerian Informasi Mesir.Erich Weinmann : SS-Standartenführer dan kepala Sicherheitsdienst (SD) di Praha. Dia lalu melarikan diri ke Mesir tahun 1949 dan menjadi penasihat dinas kepolisian Alexandria dari tahun 1950.

Werner Wietschenke : Mantan dokter SS yang mengabdi sebagai dokter di militer Mesir.

Heinrich Willermann (Naim Fahum) : Mantan dokter SS yang mengabdi sebagai dokter di militer Mesir.

Ludwig Zind (Muhammad Saleh) : Aktivis anti-Yahudi terkemuka yang sempat melarikan diri ke Mesir pasca Perang Dunia II karena pandangannya yang dianggap ekstrim. -

Ludwig Ferdinand Clauss (1892-1974) adalah seorang antropologis Jerman dan teoris tentang masalah-masalah rasial. Pandangannya yang paling terkenal adalah tentang dominannya ras "spiritual" dibandingkan dengan ras yang mengedepankan materialisme. Clauss berkenalan dengan Islam ketika dia hidup bersama dengan suku Arab Baduy. Dia mengagumi keindahan Islam dan doktrin murninya tentang Kesatuan Absolut (Tauhid). Dari sinilah dia lalu memutuskan untuk menganut agama ini dan kemudian menjadi penulis tentang kebudayaan Arab. (Robert Steuckers, "Introducciòn a la obra de Ludwig Ferdinand Clauss,")-

Johannes von Leers (1902-1965) adalah teman dekat Menteri Propaganda Joseph Goebbels dan merupakan seorang penulis yang diakui selama masa Third Reich. Dia juga merupakan sahabat dari Mohammad Amin al-Husseini, dan kemudian melarikan diri ke Mesir tahun 1955. Tak lama, dia sudah menganut agama Islam dan mempunyai nama baru Omar Amin von Leers. Meskipun dia menjadi anggota dari Kementerian Informasi-nya Gamal Abdel Nasser, tapi dia kemudian tercatat sebagai simpatisan gerakan Ikhwanul Muslimin (Persaudaraan Muslim) bentukan Hasan al-Banna. Leers melanjutkan perjuangannya melawan Zionisme dari negara barunya. Di bawah akan saya sertakan beberapa ucapan dia yang terkenal tentang Islam, karena mereka mewakili perasaan orang-orang lain sepertinya:Dalam "Der Kardinal und die Germanen", Leers secara terang-terangan mengkritik tindakan kejam pasukan Eropa dalam Perang Salib dan membandingkan toleransi Islam terhadap agama lainnya dengan penaklukan berdarah-darah bangsa Kristen atas orang-orang Barbar Jerman (halaman 23, 48, 52, 68). Dalam "Blut und Rasse in der Gesetzgebung", Leers mencatat persamaan paralel antara Islam dengan tradisi kuno Jerman, seakan-akan "hukum Tuhan dan hukum manusia bersatu" dan hak manusia adalah "fragmen dari keteraturan semesta yang berasal dari Tuhan" (halaman 6).Pertengahan Desember 1942, penerbitan Die Judenfrange mengandung sebuah artikel tentang "program pasca-perang Zionisme" yang mendemonstrasikan bagaimana Zionisme bermaksud untuk "menguasai Palestina untuk dirinya sendiri, dan dengannya menyiapkan posisi sebagai penguasa dunia di masa mendatang". Leers juga menyumbangkan artikel hasil karyanya yang berjudul "Yudaisme dan Islam sebagai kebalikannya".Selain mendiskusikan masalah-masalah strategis dalam kampanye Jerman di Afrika Utara, Leers juga merancang fondasi moral dan intelektual untuk persekutuan antara Third Reich dengan orang-orang Arab dan Muslim. Dia memuji sikap anti-Zionis Arab yang kental: "Bila seluruh dunia kompak mengusung kebijakan yang sama, maka kita tidak akan lagi dipusingkan oleh masalah Yahudi seperti yang kita alami saat ini." (Jeffrey Herf, The Jewish Enemy: Nazi Propaganda During World War II and the Holocaust, Boston: The Belknap Press, halaman 178-182).Leers juga tercatat merupakan pengagum kebudayaan Arab dan mempunyai pemahaman mendalam akan bahasanya. Selama masa tinggalnya di Kairo dia telah membantu penterjemahan teks-teks dan peraturan Dewan Tertinggi Urusan Islam Mesir ke dalam bahasa Jerman. Di antara teks-teks yang dia terjemahkan, di antaranya berasal dari Syaikh Muhammad Abu Zahra tentang konsep Islam mengenai perang dan peraturan berjihad (Begriff des Krieges in Islam) dan teks dari Ibrahim Muhammad Ismail tentang doktrin ekonomi Islam (Der Islam und die heutigen Wirtschaftstheorien).Dalam sebuah surat kepada H. Keith Thompson, seorang pebisnis asal New York yang terkenal akan sikap anti-Zionisme dan pernah bertugas sebagai sekretaris al-Husseini di Beirut, Leers menulis sebagai berikut (suratnya ditulis dalam bahasa Inggris, dan Leers sendiri terkenal menguasai banyak bahasa) :"Islam saat ini menjadi satu-satunya kekuatan spiritual di dunia yang berjuang untuk agama yang sebenarnya dan nilai-nilai manusia serta kemerdekaannya. Satu hal yang pasti - lebih banyak lagi para patriot Jerman yang bergabung dalam gerakan revolusi Arab melawan imperialisme. Di Aljazair beberapa prajurit Jerman menyeret dua orang perwira Prancis beserta perwira rendahannya. Mereka lalu memotong leher tawanan mereka dengan disaksikan oleh para revolusioner Aljazair, bergabung dengan milisi lokal dan memeluk Islam. Hal itu bagus sekali!"Tempat kita sebagai bangsa yang ditekan kekuatan luar seharusnya tidak di sisi pemerintahan Bonn bentukan kolonialis Barat, melainkan beserta para nasionalis Arab yang berjuang memerdekakan dirinya dari kungkungan Imperialisme. Biarlah (Konrad) Adenauer murka ketika mengetahui bahwa para patriot Jerman yang jujur tidak diekstradisi oleh negara-negara Arab pencinta kemerdekaan kepada dirinya atau kepada bos-bos Amerika/Inggrisnya. Biarlah para babi Inggris itu menjuluki kita sebagai "Pengusik/Orang-orang yang usil", karena tak lama lagi mereka pun akan terusir dari Timur Tengah, seperti halnya yang telah terjadi di Irak dimana para pelayan Imperialisme Inggris telah terbantai oleh para pejuang Arab""Alhamdulillah! Dukungan yang diberikan oleh Amerika dan antek-anteknya kepada tirani Yahudi di Jerman akan membuat bangsa Jerman bangkit berjuang. Sebenarnyalah, untuk bangsa kita hanya ada satu harapan - untuk menyingkirkan imperialisme Barat dengan bergabung bersama grup anti-imperialis yang digalang oleh negara-negara Arab dan Muslim." (Coogan, op. cit., halaman 382-383) Baca Selengkapnya : http://www.whooila.com/2011/05/hubungan-nazi-dan-islam-dan-daftar.html#ixzz1dhOQTy2f Whooila! - Gudang Fakta Unik dan Aneh





Islambul, bukan Istanbul

Kota Istanbul di Turki, memiliki sejarah yang panjang. Ketika mendengarnama kota ini disebut segera yang terbayang dibenak kita ialah gambarankebesaran imperium Utsmani. Dan memang, di kota ini banyak terdapat situspeninggalan kekaisaran Turki Utsmani. Situs-situs bersejarah itumenginformasikan betapa besar dan kuatnya Turki Utsmani di bawah parakhalifahnya untuk menembus wilayah-wilayah Eropa membawa agama Islam.Kota ini didirikan pada abad ke-7 SM. Pada tahun 330 M, kota itu dijadikansebagai ibu kota Romawi oleh Konstantin di tempat koloni Yunani kunobernama Bizantium, dan dinamakan Konstantinopel untuk sang kaisar. Kota inimenjadi ibukota timur bagi Kekaisaran Romawi dan kemudian menjadi ibukotaKekaisaran Romawi Timur pada tahun 395 M. Pada tahun 1453 M, Konstantinopelberhasil direbut oleh Kesultanan Utsmani di bawah pimpinan Sultan MuhammadII.Peristiwa bersejarah ini merupakan salah satu bukti kebenaran nubuwatRasulullah *shalallahu alaihi wassalam*, Sebab, beliau pernah bersabdabahwa Konstantinopel akan dikuasai oleh umat Islam. Dalam hadits riwayatImam Ahmad disebutkan bahwa Abdullah bin Amru bin Ash ditanya, "Yangmanakah di antara kedua kota ini yang ditaklukkan terlebih dahulu?Konstantinopel ataukah Roma?" Maka beliau memerintahkan seseorang untukmengambil sebuah kotak yang ada padanya. Lalu, kotak itu diberikankepadanya. Dibukanya kotak itu dan dikeluarkannya secarik kertas. Lantasbeliau berkata, "Ketika kami sedang menulis bersama Rasulullah *shalallahualaihi wassalam*, beliau ditanya: yang mana di antara kedua kota ini yangditaklukkan terlebih dahulu. Konstantinopel ataukah Roma. Beliaumenjawab, "KotaHeraklius terlebih dahulu, yakni Konstantinopel."Rasulullah telah mengucapkan kata-kata itu sejak 850 tahun sebelumpembebasan Konstantinopel terjadi. Dan Konstantinopel memang benar-benarditaklukkan. Rasulullah juga memberi kabar gembira bahwa pasukan yangmenaklukannya adalah sebaik-baik pasukan, sedangkan panglimanya adalahsebaik-baik panglima.*Menembus Eropa*Setiap pahlawan Islam selalu bercita-cita untuk menjadi orang yang dimaksudRasulullah *shalallahu alaihi wassalam* dalam haditsnya sebagai panglimayang terbaik dan tentaranya tentara yang terbaik yang mampu membebaskanKontantinopel.Sejak Rasulullah *shalallahu alaihi wassalam*, masih hidup, beliau sudahberupaya mengajak penguasa Konstatinopel agar mau memeluk Islam. Selembarsurat ajakan masuk Islam dari nabi t telah diterima Kaisar Heraklius dikota ini.Dari Muhammad utusan Allah kepada Heraklius Raja Romawi.*Bismillahirrahmanirrahim, salamun 'ala manittaba'al-huda. Amma ba'du*,*"Sesungguhnya Aku mengajak anda untuk memeluk agama Islam. MasukIslam-lah, maka Anda akan selamat dan Allah akan memberikan Anda duapahala. Namun jika Anda menolak, Anda harus menanggung dosa orang-orangAritsiyyin."*Dikabarkan bahwa saat menerima surat, Kaisar Heraklius cukup menghormatidan membalas dengan mengirim hadiah penghormatan. Namun dia mengaku bahwadirinya belum siap memeluk Islam.Pada masa pemerintahan Khalifah Umar ra, Khalid bin Walid dikirim sebagaipanglima perang menghadapi pasukan Romawi. Khalid memang mampu membebaskansebagian wilayah Romawi dan menguasai Damaskus serta Palestina (Al-Quds).Tapi tetap saja ibukota Romawi Timur saat itu, Konstantinopel, masih belumtersentuh.Sultan Shalahuddin Al-Ayyubi, pahlawan Islam yang merebut Al-Quds kembalidari tangan Romawi sekalipun, masih belum mampu membebaskan Konstantinopel.Padahal beliau pernah mengalahkan serangan tentara gabungan dari Eropapimpinan Richard yang berjuluk The Lion Heart dalam Perang Salib.Dan sejarah memperlihatkan, ternyata sosok yang disebut oleh Rasulullahdalam hadits itu ialah Sultan Muhammad Al-Fatih. Tidak mudah memang untukmembebaskan Konstantinopel. Kotanya cukup unik, karena berada di dua benua,Asia dan Eropa. Di tengah kota ada selat Bosporus yang membentang, ditambahbenteng-benteng yang cukup merata.Tetapi Sultan Muhammad Al-Fatih tidak pernah menyerah. Sejarah mencatatbeliau telah memerintahkan para pakar dan insinyurnya untuk membuat sebuahsebuah meriam raksasa. Dengan peluru logam baja, suaranya mampumenggentarkan nyali musuh. Meriam ini mampu menembak dari jarak jauh sertameluluh-lantakkan benteng Bosporus. Ini adalah senjata tercanggih kala itu.Konstantinopel berhasil ditaklukkan dengan kerja keras luar biasa.Konstantin sendiri pun terbunuh dalam perang itu. Meski Konstantin adalahseorang Kristen, tapi sikap satrianya di medan perang patut dicontoh. laterbunuh sebagai perwira. la terbunuh saat bertempur di atas kudanya dijalan raya Konstantinopel. Mampukah kepala negara di setiap negeri muslimhari ini berbuat hal yang sama seperti Konstantin yang Nasrani itu?!*Sang Pembebas*Muhammad AI-Fatih, dari sisi keshalihannya, disebutkan bahwa beliau tidakpernah meninggalkan tahajud dan shalat rawatib sejak baligh hingga saatwafat. Dan kedekatannya kepada Allah *subhanahu wa ta’ala* ditularkankepada tentaranya.Itulah barangkali kunci utama keberhasilan beliau dan tentaranya dalammenaklukkan kota yang dijanjikan nabi *shalallahu alaihi wassalam*. Rupanyakekuatan beliau bukan terletak pada kekuatan fisik semata. Tapi dari sisihubungan kepada Allah, nyata bahwa beliau dan tentaranya sangat menjagakedekatan lewat shalat fardhu, shalat malam (*qiyamul lail*) dan ibadahsunnah lainnya.Karena prestasinya menaklukkan Konstantinopel, Muhammad kemudian mendapatgelar Al-Fatih, Sang Pembebas. Namun orang Barat menyebutkan The Conqueror,Sang Penakluk. Ada kesan bila menggunakan kata "Sang Penakluk" bahwabeliau seolah-olah penguasa yang keras dan kejam. Padahal gelar yangsebenarnya dalam bahasa Arab adalah Al-Fatih. Artinya 'pembuka' atau'pembebas'. Kata ini terkesan santun dan beradab. Karena pada hakikatnya,yang beliau lakukan bukan penaklukan atau penindasan, melainkan pembebasanmenuju kepada iman dan Islam.Yang lebih menarik, meski beliau punya kedudukan tertinggi dalam strukturpemerintahan, namun karena keahlian beliau dalam ilmu strategi perang,hampir seluruh perjalanan jihad tentaranya beliau pimpin secara langsung.Bahkan beliau tetap berangkat berjihad kendati sedang menderita sakit.IslambulDalam Fie Zhilali Surati at-Taubah (Di Bawah Naungan Surat At-Taubah), Dr.Abdullah Yusuf Azzam menulis bahwa setelah membebaskan Konstantinopel,Muhammad Al-Fatih mengubah nama kota ini menjadi Islambul yang berarti KotaIslam.Jadi, sebetulnya bukan Istanbul seperti kita kenal sekarang. PenyebutanIstanbul muncul dari orang Barat. Karena merasa berat dan risih mendengarkata Islam, maka mereka menyebutnya sebagai Istanbul. Dalam buku itu, Dr.Abdullah Azzam juga mengajak, "Kalau kita ingin menghilangkan namaKonstantinopel, maka sebut kota ini sebagai Islambul, bukan Istanbul."Hingga kini Islambul terus menjadi kota terbesar (dan mungkin juga kotaterpenting, bagi Turki, sekalipun yang menjadi ibukota Turki adalah Ankara.(hafizh/berbagai sumber)*An-Najah* Edisi 67 Rabiuts Tsani 1432 H / April 2011 M

Saturday, November 12, 2011

Tentang Sejarah Kaum Gypsy

Bangsa atau kaum Gipsy merupakan bangsa yang nomaden yang artinya suka berpindah tempat, kaum gipsy ini pernah memiliki masa kelam sewaktu kepemimpinan Hitler di eropa dengan dimasukkannya kaum gipsi kedalam salah satu suku yang dianggap "berbahaya", selain orang Jews, orang Slavia dan kaum homoseksual. Kaum ini memiliki pandangan hidup yang unik dan tersebar luas di benua benua Amerika dan Timur Tengah. Dewasa ini jumlah mereka diperkirakan mencapai lebih dari 5 juta orang yang tinggal tersebar di setiap penjuru dunia. Gipsi memiliki banyak nama lain, antara lain Gipsy, Gitanos, Tsigani, Cigany, Zigeuner, Sinti, dan rom.

Gypsy Dan India

Kaum ini memiliki hubungan erat dengan india bagian utara yang pernah ada 1000 tahun lalu, kelompok ini meninggalkan india dengan alasan yg kurang jelas, namun sejumlah pakar mengatakan kaum ini meninggalkan india karena konflik militer yang tak kunjung usai.menurut catatan sejarah orang-orang yang lantas dikenal dengan orang Rom ini memasuki Eropa sebelum tahun 1300 M melalui Persia dan Turki.Gypsy Yang Dikucilkan Pada awal-awal kedatangan di Eropa hingga jangka waktu yang lama orang Rom cenderung tidak mau berbaur. Hal demikian bisa dimengerti mengingat latar belakang orang Rom yang dulunya hidup dalam masyarakat India yang terbagi dalam kasta. Cara hidup orang Rom yang mengisolasi diri dan tidak mau bergaul menimbulkan kecurigaan bagi warga asli. Tidak hanya sebatas curiga warga asli cenderung bersikap antipati. Dalam telusur sejarah telah terjadi banyak diskriminasi dan penganiayaan terhadap kaum Gipsi ini. Mereka dikucilkan dengan cara dipaksa mendirikan kemah di luar perkampungan warga asli, dilarang menimba air di perkampungan dan dilarang masuk kampung untuk berbelanja kebutuhan hidup sehari-hari.Kecurigaan dan tuduhan-tuduhan negatif terhadap kaum Gipsi terus saja mengalir. Mereka juga dituduh sebagai kaum pencuri dan kaum penculik anak-anak. Pada masa tertentu di masa lalu etnis ini juga sering dihadapkan pada hukum yang mewajibkan mereka memasak di tempat terbuka dengan tujuan agar siapapun yang ingin tahu bisa mengecek langsung isi belanganya. Dan tidak jarang pemeriksaan dilakukan dengan cara-cara barbar dengan menumpahkan isi belanga ke tanah.Penganiayaan juga menimpa kaum Gipsi ini. Meraka diusir dari beberapa wilayah di Eropa dan selama berabad - abad diperbudak. Perbudakan terhadap etnis ini berakhir pada tahun 1860-an. Setelah itu mereka tersebar ke Eropa Barat dan Amerika.

Kaum Gypsy Di Slovenia


Karena jarang diterima, orang Rom tidak pernah menetap. Gaya hidup nomaden ini menghasilkan berbagai keterampilan, seperti kerajinan logam, jual beli, dan hiburan. Dengan menawarkan jasa-jasa yang dibutuhkan ini, paling tidak mereka dapat memenuhi kebutuhan keluarga. Beberapa wanita Rom memanfaatkan reputasi bahwa mereka memiliki kekuatan supernatural, sering kali pura-pura memilikinya untuk tujuan komersial. Kebiasaan berpindah-pindah ini juga meminimalkan risiko pencemaran budaya atau moral akibat terlalu banyak kontak dengan gadje—bahasa Romani untuk "non-Rom". Meskipun ada orang Rom yang berpegang kukuh pada banyak tradisi, mereka sering kali memeluk agama mayoritas di daerah mereka tinggal.Pengusiran Gypsy Sementara itu, prasangka menimbulkan penganiayaan. Orang Rom diusir dari beberapa bagian di Eropa. Di daerah-daerah lain, orang Rom diperbudak selama berabad-abad. Setelah perbudakan tersebut berakhir pada tahun 1860-an, orang Rom semakin tersebar, sebagian besar ke Eropa Baratdan Benua Amerika. Ke mana pun mereka pergi, mereka membawa serta bahasa, kebiasaan, dan bakat mereka.Bahkan dalam keadaan tertindas, orang Rom kadang-kadang merasakan kepuasan hingga taraf tertentu dengan mempertunjukkan kesenian mereka. Di Spanyol, pembaruan kebudayaan Rom dengan kebudayaan lain menghasilkan musik dan tarian flamenco, sedangkan di Eropa Timur para pemusik Rom mengadopsi lagu-lagu rakyat setempat, menambahkan gaya khas mereka sendiri.Nada-nada penuh emosi dari pertunjukan musik orang Rom mempengaruhi bahkan para komponis musik klasik, termasuk Beethoven, Brahms, Dvořak, Haydn, Liszt, Mozart, Rachmaninoff, Ravel, Rossini, Saint-Saëns, dan SaraseteDewasa ini, antara dua juta hingga lima juta orang Rom—ada yang mengatakan lebih banyak lagi—tinggal hampir setiap penjuru bumi. Kebanyakan tinggal di Eropa. Sebagian besar tidak lagi hidup berpindah-pindah, dan ada yang cukup berada. Namun, di banyak tempat, orang Rom masihtergolong miskin dan kurang beruntung, dan sering hidup dalam kondisi yang mengenaskan.Selama era Komunis di Eropa Timur, teori politik mengharuskan semua warga menikmati kehidupan yang sederhana. Berbagai pemerintah berupaya dengan beragam tingkat keberhasilan untuk mengendalikan cara hidup orang Rom yang nomaden dengan memberi mereka pekerjaan dan menempatkan mereka di perumahan pemerintah. Adakalanya ha ini cukup memperbaiki standar kesehatan dan kehidupan mereka, tetapi tidak menghapus perasaan dan pendapat negatif yang telah melekat dalam diri orang Rom dan non-Rom terhadap satu sama lain selama berabad-abad.

Sekilas Tentang Sejarah Romawi

Bangsa Romawi adalah penduduk kota Roma. Kota Roma dimulai dari perkampungan kecil di bukit-bukit Palatine dan Aventine. Diceritakan bahwa Romulus adalah raja pertama Roma, dan pendirian Roma secara tradisional terjadi pada 753 SM. Menurut legenda, Romulus merupakan keturunan pahlawan Troya, Aineias, yang bermigrasi ke Latium (Italia) setelah kejatuhan Troya.
Kerajaan Romawi dipimpin oleh tujuh raja. Raja ketujuhnya dikudeta dan rakyat Romawi menggantikannya dengan sistem pemerintahan republik pada 510 SM, sehingga Kerajaan Romawi berubah menjadi Republik Romawi. Pada masa kerajaan, tiga raja terakhir Romawi berasal dari bangsa Etruria (Toscana modern). Pada waku itu, bangsa Etruria adalah orang-orang yang paling kuat dan berpengaruh. Bangsa Etruria juga mengajari bangsa Romawi mengembangkan tulisan, ilmu pasti, arsitektur, seni, dan agama.
Romawi memenangkan serangkaian perang melawan musuh maupun sekutunya sendiri di daerah Latium. Pada abad ketiga SM, Romawi sukses menaklukan sebagian besar semenanjung Italia. Taras (kelak Tartentum) meminta Pirrhos dari Epiros untuk membebaskan kota-kota Yunani di Italia yang dikuasai oleh Romawi. Pirrhos memenangkan beberapa pertempuran (281-275 SM), namun kehilangan banyak sekali pasukan. Karenanya, Pirrhos pernah berkata, "jika sekali lagi kita menang, kita tetap akan dihancurkan oleh Romawi". Hingga kini, ungkapan "Kejayaan Pirrhos" diucapkan untuk menyatakan suatu kemenangan dengan pengorbanan yang besar.
Pada akhirnya, Romawi mengalahkan Yunani pada Pertempuran Beneventum (275 SM), dan Pirrhos harus angkat kaki dari Italia.
Pada saat kampanye militer Pirrhos di Italia dan Sisilia, Kartaghe merupakan sekutu Romawi, karena Pirrhos juga menyerang kota Kartaghe di Sisilia. Tetapi, di kemudian hari Romawi tertarik untuk menguasai Spanyol dan kepulauan Sardinia dan Korsika, yang saat itu dikendalikan oleh Kartaghe. Maka Kartaghe pun berkonfrontasi melawan Romawi dan terjadilan Perang Punik Pertama (264-241 SM). Pada akhirnya Kartaghe terpaksa harus menyetujui perjanjian dari Romawi.
Yang paling terkenal adalah Perang Punik Kedua (218-201 SM) ketika Kartaghe dipimpin oleh jenderal Hannibal Barca. Dengan membawa pasukan besar dari Kartaghe, Hannibal menginvasi Italia dan mengalahkan banyak legion Romawi. Hannibal menggunakan strategi serangan kejutan dan memenangkan pertempuran di Sungai Trebia (218 SM) dan di Danau Trasimene (217 SM).
Pada Pertempuran Cannae, Hannibal kembali menunjukkan kehebatannya. Sementara Hannibal memimpin pasukan utamanya untuk menahan pasukan Romawi, sisa pasukannya mengelilingi pasukan Romawi dan memotong jalan keluar mereka. Pasukan Romawi lalu dihantam baik dari belakang maupun dari kedua sayap. Semua konsul dan dua mantan konsul Romawi terbunuh dalam pertempuran itu.
Romawi mengalami kerugian yang hebat namun mereka tidak menyerah pada Hannibal. Romawi lalu menunjuk salah satu jenderalnya, Quintus Fabius Maximus Kunktator, sebagai diktator. Strategi Fabius cukup sederhana: ikuti dan ganggu pasukan Hannibal, namun jangan lakukan pertempuran terbuka. Ini adalah jenis perang gerilya. Pada saat yang sama, Romawi mengirim pasukan yang dipimpin oleh Skipio bersaudara untuk menyerang basis Kartaghe di Spanyol, namun mereka terbunuh pada 211 SM.
Skipio lain (anak dari salah satu Skipio yang terbunuh, kelak dikenal sebagai Skipio Afrikanus) memimpin serangan susulan dan berhasil menguasai Karthage Nova (Karthage baru) di Spanyol. Dia juga berhasil mengalahkan dan mengusir Hasdrubal Barca (adik Hannibal) dari Spanyol. Hasdrubal berusaha bergabung dengan kakaknya di Italia, namun usahanya digagalkan. Hasdrubal dikalahkan pada Pertempuran Metaurus (207 SM). Dengan perginya Kartaghe dari Spanyol, Skipio mengalihkan perhatiannya ke pusat pemerintahan Kartagahe, yaitu di Afrika. Hannibal tak punya pilihan selain meninggalkan Italia dan kembali ke Kartaghe.
Sebuah pertempuran besar terjadi di Zama pada 202 SM. Hannibal dan Skipio belum pernah bertempur sebelumnya, namun Skipio telah mempelajari taktik dan strategi Hannibal. Kali ini, pasukan kavaleri Romawi jumlahnya lebih banyak, dan Skipio menggunakan metode pengepungan milik Hannibal. Skipio mengirimkan pasukan kavalerinya untuk menyerang pasukan Hannibal dari belakang. Pada akhirnya, Kartaghe lagi-lagi harus menyetujui perjanjian damai hasil bikinan Romawi.
Tetapi, perdamaian dengan Kartaghe tidak menghentikan Romawi untuk mencari daerah jajahan baru di luar Italia. Pada saat kampanye militer Kartaghe di Italia, Filipos V (Philip V) dari Makedonia ikut membantu Kartaghe. Akibatnya Romawi pun menyerang Makedonia. Filipos V dikalahkan pada pertempuran di Kinosefalai (197 SM). Sekutu Filipos, Antioklos dari Suriah dan Asia Minor, juga ikut diserang dan dikalahkan. Di kemudian hari, Romawi kembali berperang melawan Makedonia, kali ini Makedonia dipimpin oleh putra Filipos V, yaitu Perseus. Makedonia dikalahkan pada pertempuran di Pidna (168 SM) dan Makedonia pun menjadi daerah jajahan Romawi.
Sementara itu Kartaghe di Afrika dan Korintus di Yunani bangkit melawan Romawi. Namun Romawi mampu mengalahkan mereka. Pada 146 SM, Romawi membakar habis kota Kartaghe dan Korintus. Romawi juga menjual semua penduduk Korinthos sebagai budak dan mengambil semua benda seni mereka. Dengan demikian, Afrika dan Yunani pun menjadi daerah kekuasaan Romawi.



Pada abad pertama SM, terjadi pemberontakan sipil di kota Roma. Para jenderal Romawi (yang sekalgus merupakan gubernur) saling memperebutkan kekuasaan. Pada 49 SM, terjadi lagi perang sipil antara Julius Caesar dan Pompey Magus. Caesar berhasil mengalahkan Pompey dan kembali ke Roma untuk membuat beberapa perubahan pada sistem politik Romawi. Namun dia dibunuh pada 44 SM. Persekutuan sementara didirikan oleh Oktavianus (keponakan Caesar), dan Markus Antonius (Mark Antony), salah satu anak buah Caesar.
Mereka berbagi kekuasaan, Oktavianus memerintah wilayah barat, sedangkan Antonius mengurusi wilayah timur, seperti Yunani dan Suriah. Suatu hari, Antonius jatuh cinta pada Cleopatra, ratu Mesir dan mantan kekasih Caesar. Antonius lalu menceraikan saudari Oktavanianus dan menikahi Cleopatra, akibatnya terjadi perang antara keduanya. Oktavianus berhasil mengalahkan Antonius pada pertempuran laut di Aktium pada 31 SM. Antonius dan Cleopatra lalu bunuh diri.
Sebagai satu-satunya pemegang kekuasaan, Oktavianus pun menjadi kaisar pertama Romawi pada 30 SM. Pada 27 SM, Oktavianus kembali ke Roma dan mulai melakukan reformasi pemerintahan. Namanya diganti menjadi Augustus Caesar. Romawi akhirnya kembali pulih setelah perang sipil yang panjang. Karya-karya Virgilus dan Ovidius bermunculan pada periode ini.
Selama perang sipil, Romawi memberikan kewarganegaraan Romawi pada para sekutunya, setelah Perang Sosial (91-89 SM). Pada masa Julius Caesar, kewarganegaraan boleh diberikan pada orang non-Italia, misalnya orang Galia, dan pada orang yang ingin tinggal di Kekaisaran Romawi. Salah satu warga Romawi yang terkenal adalah Saulus yang Yahudi, yang kelak dikenal sebagai Rasul Paulus.
Banyak di antara kaisar Romawi yang tak dilahirkan di kota Roma. Mungkin satu-satunya syarat untuk menjadi kaisar Romawi adalah harus warga Romawi. Kadanag, Senat memilih orang sebagai kaisar, namun di lain waktu, kandidat kaisar dicalonkan oleh pasukan Romawi di berbagai provinsi.

Kekaisaran Romawi ketika mencapai wilayah terluasnya di bawah pemerintahan kaisar Trajanus
Augustus meninggalkan dinasti di Romawi setelah dia meninggal pada 41 M. Dia diteruskan oleh pemerintahan Tiberius (14-37 M), Kaligula (37-41 M), Klaudius (41-54 M) dan Nero (54-68 M). Dinasti itu berakhir setelah kaisar Nero wafat pada 68 M. Dia bunuh diri setelah rakyatnya memberontak padanya. Setelah Nero, Romawi dipimpin oleh tiga kaisar dan masa pemerintahan mereka berlangsung pendek.
Pada 69 M, gubernur Romawi, Vespasianus (69-79 M), menjadi kaisar dan mendirikan dinasti yang baru. Di digantikan oleh putranya Titus (79-81 M) dan Domitianus (81-96 M).
Kekaisaran Romawi mencapai level dan stabilitas yang baru ketika dipimpin oleh kaisar Trajanus (98-117 M), Hadrianus (117-138 M) dan Antoninus Pius (138-161 M). Markus Aurelius (161-180 M) harus menjalani serangkaian pertempuran melawan kaum barbar di perbatasan Romawi. Dia digantikan oleh Kommodius, yang dibunuh pada 192 M. Pada abad ketiga M, terjadi gejolak dan pemberontakan di Romawi yang menyebabkan keterpurukan ekonomi.
Kaisar Diokletianus (284-305 M) dan koleganya Maximianus berusaha membangun kembali kekaisaran. Pengganti Diokletianus adalah Konstantius, yang merupakan ayah Konstantinus Agung (312-337 M). Adalah Konstantinus yang memindahkan ibukota ke Bizantium, yang namanya diganti menjadi Konstantinopel. Konstantinus juga menjadikan Nasrani sebagai agama negara, walaupun dia sendiri baru dibaptis menjelang saat-saat kematiannya.

Kaisar terakhir Romawi, Romulus Augustus, melepaskan mahkotanya di depan Odoacer
Pada abad keempat Masehi, perbatasan Romawi mendapat tekanan hebat dari kaum barbar, terutama oleh kaum Jerman. Kekaisaran Romawi lalu dibagi menjadi dua (394), dan masing-masing dipimpin oleh putra-putra kaisar Theodosius: Honorius memerintah di Romawi Barat, dan Arkadius berkuasa di Romawi Timur. Ada dua kelompok kaum Goth yang paling merusak Romawi, yaitu Visigoth dan Ostrogoth. Kaum Visigoth, dipimpin oleh Alarik, menyerang kota Roma pada 410 M. Karena hal ini, Honorius memanggil pulang legionnya yang sedang bertugas di Britania dan menyuruh mereka untuk mengabaikan daerah tersebut. Romawi Barat lalu diserang oleh Attila orang Hun, yang pasukannya berasal dari Asia Tengah. Attila dikalahkan pada Pertempuran Chalons di Perancis pada 451 M. Attila meninggal pada 453 M, namun setahun sebelumnya Atilla sempat menghancurkan daerah Aquileia di Italia Utara.
Adalah kaum Ostrogoth yang berhasil menaklukan Kekaisaran Romawi Barat. Pemimpin Ostrogoth, Odoaker, mengangkat dirinya sebagai Raja Italia. Dia juga mengasingkan kaisar terakhir Romawi, Romulus Augustus, ke Campagnia pada 76. Kaum Ostrogoth lainnya, dipimpin oleh Theodorik Agung, menginvasi Italia pada 489 M dan mendirikan kerajaan di Italia utara pada 493 M. Masa pemerintahan Theodorik berakhir pada 526 M, namun legendanya tetap abadi. Theodorik menjadi pahlawan dalam mitologi Norwegia, dan dia dikenal sebagai Dietrich dari Verona (atau Theodorik dari Bern).
Tamat






Arthur II, Adipati Britania

Arthur II (2 Juli 1262 – 27 Agustus 1312), dari Istana Dreux, merupakan seorang Adipati Britannia dari tahun 1305 sampai kematiannya. Ia adalah putra sulung John II dan Beatrice, putri Henry III dari Inggris dan Eleanor dari Provence.
Setelah ia menjadi pewaris tahta keadipatian, ia memberikan saudaranya John ayah Inggrisnya wilayah earl dari Richmond.



Sebagai adipati, Arthur independen dari mahkota Perancis. Ia membagi wilayah adipatinya ke dalam delapan "pertempuran": Leon, Kernev, Landreger, Penteur, Gwened, Naoned, Roazhon, dan Sant Malou. Di tahun 1309, ia mengadakan rapat wilayah umum (leluhur parlemen Breton) di Britannia. Peristiwa ini adalah untuk yang pertama kalinya di dalam sejarah Perancis yang dihadiri oleh negara ketiga.
Arthur wafat di Château de L'Isle dan dimakamkan di dalam sebuah makam marmer cordelier di Vannes. Makam tersebut dirusak semasa Revolusi Perancis, namun diperbaiki dan masih ada sampai sekarang.
Di tahun 1275, Arthur menikahi Mary, Viscount Wanita Limoges, putri Gui VI, Viscount dari Limoges dan Margaret, Lady dari Molinot. Eyang maternalnya adalah Hugh IV, Adipati Burgundia dan istri pertamanya Yolande dari Dreux. Mereka adalah orangtua dari 3 orang anak:
* John III, Adipati Britannia (8 Maret 1286 – 30 April 1341).
* Guy dari Britannia, Pangeran Penthièvre (1287–1331). Ayah Joanna dari Penthièvre.
* Peter dari Britannia (1289–1312).
Mary meninggal di tahun 1291. Di bulan Mei, 1292, Arthur menikah lagi dengan Yolande dari Dreux, yang adalah Pangera Wanita Montfort, putri Robert IV, Pangeran Dreux dan Beatrice de Montfort. Ia secara singkat adalah Ratu Skotlandia oleh pernikahannya yang pertama. Mereka adalah orangtua dari 7 orang anak:
* Joan dari Britannia (1294–1363), menikah dengan Robert, Maharaja de Cassell.
* John IV, Adipati Britannia (1295 – 16 September 1345).
* Beatrice dari Britannia (1295–1384), menikah dengan Guy X, Maharaja Laval.
* Joan dari Britannia (1296–1364), menikah dengan Robert, Pangeran Marle.
* Alice dari Britannia (1297–1377), menikah dengan Bouchard VI, Pangeran Vendôme.
* Blanche dari Britannia (lahir sekitar 1300), diperkirakan mati muda.
* Marie dari Britannia (1302–1371). Seorang biarawati.
Sumber: http://id.wikipedia.org

John Dari Britania, Earl Dari Richmond

John dari Britannia atau Jean de Bretagne (sekitar tahun 1266 – 17 Januari 1334) Earl Ketiga Richmond, merupakan seorang berkebangsaan Inggris bangsawan dari Perancis/asal Breton. Ia memasuki pelayanan kerajaan di bawah Edward I, dan berperang di dalam Perang Skotlandia. Pada tanggal 15 Oktober 1306 ia menerima gelar ayahnya Earl dari Richmond. Meskipun ia biasanya setia kepada Edward II selama masa-masa oposisi baron, ia akhirnya mendukung kudeta Isabella dan Mortimer. Ia kemudian mengundurkan diri ke wilayahnya di Perancis, dan selama sisa hidupnya ia tetap tinggal inaktif.
John dari Britannia bukan seorang prajurit yang berprestasi, dan di antara para earl di Inggris politiknya cukup signifikan. Ia tetap sebagai seorang diplomat yang cakap, yang bernilai baik oleh Edward I dan Edward II atas keahliannya bernegosiasi. John tidak pernah menikah dan setelah kematiannya gelar dan wilayahnya jatuh ke tangan keponakannya, John III, Adipati Britannia.

Latar Belakang dan Kehidupan Awal

John merupakan putra kedua John II, Adipati Britannia, dan istrinya Beatrice, yang memiliki 3 orang putra dan 3 orang putri yang selamat sampai usia dewasa. Beatrice adalah putri Henry III dari Inggris, yang menjadikan John sebagai keponakan putra Henry dan pewaris Edward I. Ayahnya memegang gelar Earl dari Richmond, namun hanya sedikit terlibat dengan urusan-urusan politik Inggris. John dibesarkan di istana Inggris bersama dengan putra Edward I Henry, yang wafat di tahun 1274. Ia berpartisipasi di dalam turnamen di masa mudanya, namun tidak pernah membedakan dirinya sebagai seorang prajurit.
Ketika di tahun 1294 raja Perancis menyita Wilayah Adipati Aquitania Raja Edward, John melakukan perjalanan ke Perancis namun gagal untuk mengambil Bordeaux, dan di hari Paskah tahun 1295 harus melarikan diri ke kota Rions. Di bulan Januari 1297 ia ikut ambil bagian dari kekalahan di pengepungan Bellegarde dengan Henry de Lacy, Earl dari Lincoln, diikut dengan kepulangannya ke Inggris.
Meskipun memiliki hasil yang buruk di Perancis ia tetap dinilai tinggi oleh Raja Edward I, yang menganggapnya sebagai putranya sendiri. Setelah kepulangannya ke Inggris John terlibat di dalam Perang Skotlandia. Ia barangkali juga terlibat di dalam Pertempuran Falkirk di tahun 1298, dan dengan pasti Pengepungan Caerlaverock di tahun 1300. Ayahnya wafat di tahun 1305, dan digantikan Wilayah Adipati Britannia oleh abang John, Arthur. Akan tetapi di tahun berikutnya, Edward I menginvestasikan John dengan gelar ayahnya yang lain, Earl dari Richmond.

Pelayanan Kepada Edward II

Meskipun kegagalan militer dan politik yang relatif signifikan, pemerintahan Inggris memandang Richmond sebagai seorang diplomat yang terpercaya. Ia adalah seorang perantara yang cakap, dan koneksi Perancisnya merupakan aset yang berguna. Di tahun 1305, Edward I menunjuknya sebagai Pengawal Skotlandia, sebuah posisi yang dikonfirmasikan setelah aksesi Edward II di tahun 1307. Pada saat ini Richmond juga merupakan salah seorang earl yang tertua di negara tersebut. Karena hubungan di antara Edward II dan bangsawannya memburuk, Richmond tetap setia kepada raja; di tahun 1309 ia melanjutkan kedutaan untuk Paus Clement V demi orang kesayangan Edward Piers Gaveston.
Richmond diduga adalah sahabat dekat Gaveston, dan tidak berbagi sikap antagonis yang dipegang oleh ear tertentu lainnya. Akan tetapi, di tahun 1310 hubungan di antara Edward II dan para earlnya memburuk ke titik dimana sebuah komite tokoh terkemuka mengambil alih pemerintahan dari raja. Richmond merupakan salah satu dari delapan earl yang ditunjuk ke dalam kelompok tersebut of 21, yang disebut sebagai Maharaja Ordainer.




Richmond kemudian melakukan perjalanan ke Perancis untuk negosiasi diplomatik, sebelum kembali ke Inggris. Gaveston, diasingkan oleh para Ordainer tapi yang kemudian berbalik, menjadi terbunuh di bulan Juni 1312 oleh Thomas dari Lancaster dan para bangsawan lainnya. Kejadian itu menimpa Richmond, bersama dengan Gilbert de Clare, Earl dari Gloucester, untuk mendamaikan kedua belah pihak setelah kejadian itu. Di tahun 1313 ia mengikuti Edward pada kunjungan negara ke Perancis, dan setelah itu ia tinggal sebagai seorang pengikut yang terpercaya. Di tahun 1318 ia menyaksikan Perjanjian Leake, yang memulihkan Edward pada kekuasaan penuh.
Di tahun 1320 ia sekali lagi menemani raja ke Perancis, dan di tahun berikutnya ia mengemban negosiasi perdamaian dengan bangsa Skotlandia. Ketika di tahun 1322 Thomas dari Lancaster memberontak dan dikalahkan di dalam Pertempuran Boroughbridge, Richmond hadir di pengadilan, ketika Lancaster dihukum mati. Setelah ini, Edward melancarkan kampaye militer yang gagal melawan Skotlandia. Meskipun Richmond menutupi kemunduran Edward di Pertempuran Byland Kuno, memungkinkannya untuk menghindari penangkapan, Richmond ditawan. Ia tetap tinggal sebagai tawanan sampai dengan tahun 1324, ketika ia dibebaskan untuk tebusan sebanyak 14,000 Mark. Setelah ia dibebaskan, ia melanjutkan kegiatan diplomatiknya di Skotlandia dan Perancis.


Penurunan Tahta Edward II dan Tahun-tahun Terakhir


Di bulan Maret 1325 Richmond melakukan perjalanan pulang yang terakhir ke Perancis, dimana untuk pertama kalinya ia membuat dirinya sendiri oponen yang nyata terhadap raja. Wilayah-wilayahnya di Inggris disita oleh Mahkota. Ia menyelaraskan dirinya sendiri dengan Ratu Isabella, yang dikirim ke misi diplomatik ke Perancis, dan mengabaikan perintah-perintah suaminya untuk kembali. Di bulan September 1326 Isabella, kekasihnya Mortimer, dan sekelompok pasukan kecil menyerang Inggris. Di bulan Januari 1327 Edward II dipaksa untuk berabdikasi, dan putranya diumumkan sebagai Raja Edward III.
Meskipun wilayah-wilayah Richmond dipulihkan, tahun-tahun terakhirnya dihabiskan di wilayah-wilayah Perancisnya, dan ia tetap sebagian besar terputus dari urusan-urusan politik Inggris. Ia wafat pada tanggal 17 Januari 1334, dan dimakamkan di dalam gereja Franciskan di Nantes. John dari Britannia tidak pernah menikah; ia digantikan oleh keponakannya John (putra Arthur), yang menjadi pewaris wilayah Earlnya.
Sumber: http://id.wikipedia.org

Sejarah Garda Swiss






Garda Swiss atau Pasukan Pengawal Swiss adalah tentara bayaran Swiss yang telah bertugas sebagai pengawal pribadi, pasukan upacara dan penjaga istana di berbagai tempat di Eropa dari akhir abad ke-15 hingga hari ini (dalam bentuk Garda Swiss Sri Paus). Mereka pada umumnya memiliki reputasi sebagai pasukan yang sangat disiplin dan sangat setia pada para pihak yang menyewa jasa mereka. Beberapa unit Garda Swiss juga pernah bertempur di medan laga. Terdapat pula resimen-resimen tentara bayaran Swiss reguler yang bertugas sebagai tentara terdepan dalam berbagai kesatuan, seperti kesatuan-kesatuan dari Perancis, Spanyol dan Naples hingga abad ke-19.
Berbagai pasukan Garda Swiss pernah hidup. Kesatuan pasukan tersebut yang paling tua adalah Garda Seratus Swiss (Swiss Hundred Guard / Cent-Garde) di istana-istana Perancis (1497-1830). Kesatuan kecil ini kemudian dilengkapi oleh sebuah Resimen Garda Swiss di tahun 1567. Garda Swiss Sri Paus di Vatikan dibentuk pada tahun 1506 dan merupakan satu-satunya kesatuan Garda Swiss yang masih ada. Di abad ke-18 beberapa kesatuan Garda Swiss yang lain juga dibentuk dan tinggal di berbagai istana monarki Eropa.







Sejarah Lahirnya Garda Swiss Sri Paus







Garda Swiss Sri Paus (Bahasa Inggris: The Corps of the Pontifical Swiss Guard; Bahasa Jerman: Schweizergarde; Bahasa Italia: Guardia Svizzera Pontificia; Bahasa Latin: Pontificia Cohors Helvetica atau Cohors Pedestris Helvetiorum a Sacra Custodia Pontificis) sebagai bagian dari militer Vatikan adalah sebuah pengecualian dari undang-undang Swiss tahun 1874 dan 1927. Pasukan ini adalah sebuah kesatuan kecil yang bertanggung-jawab terhadap keamanan gedung-gedung di Vatikan, jalur masuk ke kota Vatikan dan keselamatan Paus. Bahasa resmi mereka adalah Bahasa Jerman.
Sejarah Garda Swiss di Vatikan bermula di abad ke-15. Paus Siktus IV (1471-1484) sebelumnya telah membuat aliansi dengan Konfederasi Swiss dan membangun banyak barak di Via Pellegrino setelah memprediksi kemungkinan menggunakan jasa tentara bayaran Swiss. Pakta tersebut diperbarui oleh Paus Innosentius VIII (1484-1492) untuk menggunakan jasa mereka melawan Adipati Milan. Paus Aleksander VI (1492-1503) kemudian juga menggunakan jasa tentara bayaran Swiss selama aliansi mereka dengan raja Perancis.
Pada era Borgias, atau era dimana keluarga Borgia menguasai kepemimpinan Gereja, perang di Italia mulai berkecamuk dimana tentara-tentara bayaran Swiss menjadi pasukan garis depan tetap bagi faksi-faksi yang bertikai - kadang-kadang untuk Perancis dan kadang-kadang untuk pihak Gereja atau Kekaisaran Romawi Suci. Para tentara bayaran ini bergabung ketika mereka mendengar bahwa Raja Charles VIII dari Perancis akan menyatakan perang terhadap Naples. Di antara peserta dalam perang Perancis-Naples adalah Kardinal Giuliano della Rovere (bakal menjadi Paus Julius II tahun 1503-1513), yang memiliki hubungan baik dengan orang-orang Swiss setelah menjadi Uskup Lausanne beberapa tahun sebelumnya. Usaha untuk menjatuhkan Naples ini gagal karena, salah satunya, adalah beberapa aliansi baru yang dibentuk oleh Paus Alexander VI untuk melawan pasukan Perancis.
Ketika Kardinal della Rovere menjadi Paus Julius II di tahun 1503, ia meminta Dewan Swiss untuk menyediakan sebuah korps tetap berkekuatan 200 tentara bayaran Swiss untuk menjadi pengawalnya. Pada bulan September 1505, kontingen pertama sejumlah 150 tentara memulai perjalanan mereka menuju Roma, di bawah komando Kaspar von Silenen. Mereka memasuki pintu gerbang Vatikan pada tanggal 22 Januari 1506 - tanggal yang dijadikan hari lahir Garda Swiss Sri Paus.
"Rakyat Swiss melihat situasi Gereja Tuhan - Ibu Iman Kristiani yang menyedihkan, dan sadar bagaimana besarnya bahaya dan malapetaka yang bisa dilancarkan tanpa ampun oleh tirani manapun yang rakus akan harta dunia pada Ibu Semua Iman Kristiani ini," begitu pernyataan Ulrich Zwingli, seorang Swiss beragama Katolik yang belakangan menjadi seorang reformis Protestan.
Paus Julius II kemudian menganugerahi Garda Swiss ini dengan gelar "Pembela Kemerdekaan Gereja".










Keanggotaan Garda Swiss Sri Paus

Para tentara Garda Swiss ini haruslah pria beragama Katolik, belum menikah, memiliki kewarganegaraan Swiss, telah menyelesaikan pendidik dasar militer dari Angkatan Bersenjata Swiss, dan dapat memperoleh sertifikat kelakuan baik. Para calon pasukan ini haruslah minimal memiliki sebuah diploma profesional atau lulus SMA, berusia antara 19 hingga 30 tahun, dan memiliki tinggi badan minimal 174 cm.
Semua calon yang memiliki kualifikasi tersebut harus mendaftarkan diri untuk bisa dipilih menjadi anggota pasukan elit tersebut. Bila dipilih, anggota-anggota baru disumpah di setiap tanggal 6 Mei di Lapangan San Damaso (Bahasa Italia: Cortile di San Damaso) di Vatikan. Tanggal 6 Mei adalah hari peringatan peristiwa Jatuhnya Roma Tahun 1527. Pastor dari Garda Swiss akan membaca sumpah dengan lantang dalam bahasa para pasukan tersebut (mayoritas berbahasa Jerman, beberapa berbahasa Perancis, sedikit berbahasa Italia):
(dalam Bahasa Jerman)
“ "Ich schwöre, treu, redlich und ehrenhaft zu dienen dem regierenden Papst [nama] und seinen rechtmäßigen Nachfolgern, und mich mit ganzer Kraft für sie einzusetzen, bereit, wenn es erheischt sein sollte, selbst mein Leben für sie hinzugeben. Ich übernehme dieselbe Verpflichtung gegenüber dem Heiligen Kollegium der Kardinäle während der Sedisvakanz des Apostolischen Stuhls. Ich verspreche überdies dem Herrn Kommandanten und meinen übrigen Vorgesetzten Achtung, Treue und Gehorsam. Ich schwöre, alles das zu beobachten, was die Ehre meines Standes von mir verlangt." ”
(translasi bebas Bahasa Indonesia)
“ "Saya bersumpah untuk melayani Paus yang berkuasa [nama Paus] dan para penerusnya yang resmi dengan sepenuh hati, penuh kejujuran dan penuh kehormatan, dan untuk mendedikasikan diri saya kepada mereka dengan semua kekuatan saya, siap untuk mengorbankan bahkan nyawa saya sekalipun setiap saat bila perlu untuk mereka. Dengan demikian saya mengajukan janji ini pada para anggota Dewan Kardinal yang suci dalam periode Sede vacante di Kepengurusan Murid-murid Tuhan. Kemudian daripada itu, saya berikrar untuk menghormati, setia dan taat pada Komandan dan para perwira lainnya. Saya bersumpah untuk mentaati semua persyaratan yang dibuat untuk kewibawaan posisi saya." ”
Ketika namanya dipanggil, tiap anggota Garda Swiss yang baru mendekatkan diri pada bendera Garda Swiss dan memegang kain bendera dengan tangan kirinya. Ia kemudian mengangkat tangan kanannya dengan ibu jari, jari telunjuk dan jari tengahnya diacungkan sebagai seimbol dari Trinitas, dan mengucapkan:
(dalam Bahasa Jerman)
“ "Ich, [Name des Rekruten], schwöre, alles das, was mir soeben vorgelesen wurde, gewissenhaft und treu zu halten, so wahr mir Gott und seine Heiligen helfen." ”
(translasi bebas Bahasa Indonesia)
“ "Saya, (menyebutkan nama), bersumpah untuk dengan segenap hati dan konsisten mematuhi semua hal yang baru saja dibacakan pada saya, dengan Tuhan Yang Maha Kuasa dan Para Santo/Santa menjadi saksinya." ”
Masa tugas anggota Garda Swiss Sri Paus adalah antara 2 hingga 25 tahun.
Seragam

Seragam resmi mereka berwarna biru, merah, oranye dan kuning dengan penampilan gaya Masa Pencerahan (Renaissance) yang sangat unik. Salah satu anggapan yang salah yang sering terjadi adalah bahwa seragam tersebut dirancang oleh Michelangelo. Padahal, perancang seragam tersebut adalah Komandan Jules Repond (bertugas 1910-1921) pada tahun 1914. Walau seragam Garda Swiss yang sedang membawa Paus Julius II dalam sebuah tandu yang dilukis oleh Raphael seringkali disebut sebagai sumber inspirasi untuk seragam Garda Swiss saat ini, kenyataannya adalah seragam tersebut adalah gaya yang umum untuk seragam tentara di Masa Pencerahan.
Gambaran yang jelas dari seragam Garda Swiss modern bisa dilihat dalam lukisan karya Jacob Coppi tahun 1577 yang menggambarkan Ratu Eudoxia sedang berbincang dengan Paus Sixtus III. Disana jelas terlihat pendahulu dari seragam tiga warna masa kini yang dilengkapi dengan penutup sepatu bot, sarung tangan putih, kerah tinggi berkerut-kerut, dan sebuah baret hitam atau sebuah morion (helm tentara khas abad ke-16/17) berwarna hitam (berwarna perak mengkilat untuk upacara-upacara khusus). Para sersan mengenakan atasan berwarna hitam dan celana berwarna merah bata, sementara perwira lainnya mengenakan seragam berwarna merah bata seluruhnya.

Seragam harian bersifat lebih praktis, terdiri atas pakaian seragam berwarna biru tua, sebuah ikat pinggang sederhana berwarna coklat, kerah putih yang datar (tidak berkerut-kerut) dan sebuah baret hitam. Untuk anggota baru dan latihan menembak, seragam berwarna biru muda dan ikat pinggang coklat cukup untuk digunakan. Selama musim dingin atau cuaca yang tidak cerah, sepotong kain panjang berwarna biru tua dikenakan untuk menutupi seragam yang sedang dikenakan.
Warna asli biru dan kuning diresmikan oleh Paus Julius II mengambil warna-warna simbol keluarganya (Della Rovere). Paus Leo X menambahkan warna merah untuk menunjukkan warna simbol keluarganya (Medici).
Garda Swiss Saat Ini

Setelah percobaan pembunuhan terhadap Paus Yohanes Paulus II pada tanggal 13 Mei 1981 oleh Mehmet Ali Agca, perhatian yang lebih mendalam telah dilakukan terhadap peran Garda Swiss selain menjadi anggota upacara. Perhatian ini terwujud dengan diadakannya latihan bertempur tanpa senjata, latihan tempur yang lebih mendalam, serta diijinkannya penggunaan senjata api dalam melakukan tugas mereka.
Pada tanggal 6 Mei 2003, Dhani Bachmann resmi menjadi orang non-kulit putih pertama yang menjadi anggota Garda Swiss Sri Paus. Dhani adalah anak yatim-piatu dari India yang diadopsi oleh sebuah keluarga Katolik Swiss dari Luzern yang berbahasa Jerman.
Daftar Komandan Garda Swiss
Kaspar von Silenen, Uri (1506-1517)
Markus Röist, Zürich (1518-1524)
Kaspar Röist, Zürich (1524-1527)
Jost von Meggen, Luzern (1548-1559)
Kaspar Leo von Silenen, Luzern (1559-1564)
Jost Segesser von Brunegg, Luzern (1566-1592)
Stephan Alexander Segesser von Brunegg, Luzern (1592-1629)
Nikolaus Fleckenstein, Luzern (1629-1640)
Jost Fleckenstein, Luzern (1640-1652)
Johann Rudolf Pfyffer von Altishofen, Luzern (1652-1657)
Ludwig Pfyffer von Altishofen, Luzern (1658-1686)
Franz Pfyffer von Altishofen, Luzern (1686-1696)
Johann Kaspar Mayr von Baldegg, Luzern (1696-1704)
Johann Konrad Pfyffer von Altishofen, Luzern (1712-1727)
Franz Ludwig Pfyffer von Altishofen, Luzern (1727-1754)
Jost Ignaz Pfyffer von Altishofen, Luzern (1754-1782)
Franz Alois Pfyffer von Altishofen, Luzern (1783-1798)
Karl Leodegar Pfyffer von Altishofen, Luzern (1800-1834)
Martin Pfyffer von Altishofen, Luzern (1835-1847)
Franz Xaver Leopold Meyer von Schauensee, Luzern (1847-1860)
Alfred von Sonnenberg, Luzern (1860-1878)
Louis-Martin de Courten, Wallis (1878-1901)
Leopold Meyer von Schauensee, Luzern (1901-1910)
Jules Repond, Freiburg (1910-1921)
Alois Hirschbühl, Graubünden (1921-1935)
Georg von Sury d'Aspremont, Solothurn (1935-1942)
Heinrich Pfyffer von Altishofen, Luzern (1942-1957)
Robert Nünlis, Luzern (1957-1972)
Franz Pfyffer von Altishofen, Luzern (1972-1982)
Roland Buchs, Freiburg (1982-1997, 1998)
Alois Estermann, Luzern (1998)
Pius Segmüller, St. Gallen (1998-2002)
Elmar Theodor Mäder, St. Gallen (2002-)
Sumber: http://id.wikipedia.org