Monday, November 9, 2009

KABBALAH, YAHUDI, dan AMERIKA

Kabbalah berarti “tradisi lisan”. Ensiklopedia dan kamus mengartikannya sebagai suatu cabang mistik agma yahudi yang hanya dipahami sedikit orang. Menurut definisi ini kabbalah mempelajari isi tersembunyi dari taurat dan naskah yahudi. Tapi bila diteliti lebih dalam, kabbalah sebenarnya adalah suatu system yang berakar pada paganisme, bahwa kabbahlah sudah ada jauh sebelum taurat diturunkan dan menjadi tersebar bersama agama yahudi.

Menurut Fabre d’Olivet, seorang ahli sejarah yahudi, kabbalah berakar pada mesir kuno sebagai suatu tradisi yang dipelajari oleh sebagian pemimpin bani israil dan diteruskan sebagai tradisi dari mulut ke mulut, dari generasi ke generasi. Pada masa Firmaun berkuasa, yahudi yang diperbudak tidak sempat belajar baca tulis. Maka bani israil saat itu menjaga ajaran agamanya dengan lisan. Sayangnya, bani Israil bukan kaum yang benar-benar menjaga ajaran agamanya. Mereka lebih cenderung pada ajaran pagan yang dipelajari non-yahudi. Apa yang diceritakan para pemimpin israil itu ternyata sudah dibumbui mitos dan dongengan mesir kuno. Ketika Nabi Musa masih hidup saja, mereka sudah menunjukkan kedurhakaannya dengan menyembah patung sapi emas. Dan Kami seberangkan Bani Israil ke seberang lautan itu, maka setelah mereka sampai pada suatu kaum yang tetap meyembah berhala mereka, Bani Israil berkata: “Hai Musa, buatlah untuk kami sebuah tuhan (berhala) sebagaimana mereka mempunyai beberapa tuhan (berhala).” Musa menjawab: “Sesungguhnya kamu ini adalah kaum yang tidak mengetahui (sifat-sifat Tuhan).” Sesungguhnya mereka itu akan dihancurkan kepercayaan yang dianutnya dan akan batal apa yang selalu mereka kerjakan. (QS. Al A’raaf: 138-139)

Para pendeta bani israil kemudian menyusupkan ajaran pagan kedalam taurat setelah Nabi Musa wafat. Bani israil yang buta huruf percaya saja dengan apa yang diceritakan para pendeta mereka. Mereka belum pernah membaca Taurat yang asli. Lagi pula ajaran paganisme lah yang sesuai dengan hawa nafsu mayoritas mereka.

Mengenai sistem di mesir kuno, Al-Quran telah menjelaskannya dalam surat Al-A’raaf. Pemuka-pemuka kaum Fir’aun berkata: “Sesungguhnya Musa ini adalah ahli sihir yang pandai yang bermaksud hendak mengeluarkan kamu dari negerimu”. (Fir’aun berkata): “Maka apakah yang kamu anjurkan?” Pemuka-pemuka itu menjawab: “Beri tangguhlah dia dan saudaranya serta kirimlah ke kota-kota beberapa orang yang akan mengumpulkan (ahli-ahli sihir), supaya mereka membawa kepadamu semua ahli sihir yang pandai”. (QS. Al-A’raaf: 109-112)

Perhatikanlah bagaimana firaun berkonsultasi dengan para pemukanya. Para pemuka itu, yang belakangan diketahui dari catatan sejarah mesir mereka adalah “Para Pendeta Amon”, merupakan salah satu dari dua komponen utama yang mendukung pemerintahan mesir kuno. Komponen satunya lagi adalah tentara.

Para tentara tentu saja berfungsi sebagai kekuatan militer dan harus ada dalam sebuah pemerintahan. Para pendeta Amon ini adalah sekumpulan ahli sihir yang mendukung rezim. Mereka dipercaya memiliki pengetahuan rahasia dan kekuatan khusus, yang mana dengan otoritasnya mempengaruhi rakyat mesir dan mengukuhkan posisinya dalam pemerintahan firaun. Para pendeta ini juga mempelajari beragam ilmu pengetahuan seperti astronomi, matematika dan geometri.

Dianutnya abalah oleh yahudi membuat seorang Harun Yahya bertanya-tanya.

Ini sungguh aneh. Jika kita memandang Yahudi sebagai sebuah agama monoteistik, yang diawali dengan turunnya Taurat kepada Nabi Musa A.S. Tapi kenyataannya, di dalam agama ini ada sebentuk sistem yang disebut Kabbalah, yang mengadopsi praktik-praktik dasar sihir yang sebenarnya bertentangan dengan Taurat.
Hal ini memperkuat apa yang telah disebutkan sebelumnya, dan menunjukkan bahwa Kabbalah sebenarnya merupakan elemen jahat dari luar yang menyusup ke dalam Yudaisme.

Ajaran Kabbalah ini telah mempengaruhi ajaran Yahudi dan Taurat. Dan Taurat sebagai bagian dari Alkitab, tentunya juga telah menjerat pemeluknya ke dalam kesesatan. Maka tidak aneh jika Paus Benedict XVI justeru menghujat Nabi Muhammad saw. George Washington Bush, nenek moyangnya George Walker Bush juga sama-sama menghujat Nabi Muhammad lewat bukunya “The Life of Muhammad”. Lho, kok nyambungnya ke G.W. Bush sih?

Omong-omong soal nenek moyang Bush, dinasti bush sebenarnya sudah berawal sejak 12 Juni 1796. Buku “The life of Muhammad” adalah terbitan pertama Amerika yang menghujat islam. George Washington Bush adalah seorang professor, sarjana alkitab, penginjil, dan perintis lahirnya kelompok zionis-kristen amerika yang kini menguasai gedung putih dan pentagon. Dia lulus dari Dartmouth College di tahun 1818 dan masuk Princeton Theological Seminary. Bush ditahbiskan di Salem Presbytery, Indiana, tahun 1825 dan menjadi pendeta di sebuah gereja Indianapolis, sebuah gereja yang dipandang sangat liberal saat itu. Dari tahun 1831 hingga 1847, Bush menjadi Professor dalam kajian Ibrani dan Timur Tengah di New York University. Di tahun 1845 Bush memperlihatkan dukungannya secara terang-terangan terhadap lobi Zionis di Amerika dengan berpindah gereja dan masuk ke dalam General Church of the New Jerusalem. Bush dengan meraih popularitas dengan cepat dan dijadikan juru bicara gereja tersebut, termasuk di dalam majalah yang diterbitkan oleh gereja (New Church Review) dan The Hierophant, sebuah majalah yang sangat dokriner.

Texe Marrs, seorang kristen peneliti masalah-masalah Illuminati dan Zionis berkewarganegaraan Amerika Serikat, susah payah berusaha menelusuri jejak sejarah Dinasti Bush selama bertahun-tahun. Dalam penelusurannya, Marrz menemui banyak sekali data yang mengagetkan terkait salah satu dinasti berpengaruh di Amerika ini. Salah satunya seperti yang dituangkan dalam satu artikel berjudul “George W. Bush, Zionis Double Agent, American Traitor” (George W. Bush, Agen Ganda Zionis, Pengkhianat Amerika).

Di awal artikelnya, Marrs mencantumkan dua kutipan: satu dari Hillaire Belloc dalam bukunya Cultural Warrs (Sept 2000) yang menyatakan, “Seseorang sudah bisa dicap anti-Semit jika mengatakan bahwa orang Yahudi itu adalah Yahudi” dan satunya lagi dari Injil Yohannes 20:19 yang berbunyi, “Then… When the doors were shut where the disciples were assembled for fear of the Jews, came Jesus and stood in the midst, and saith unto them, Peace be unto you. ”

ini menulis bahwa mantan Presiden AS George Herbert Bush dan juga puteranya, George Walker Bush, demikian pula Jebb Bush, adik kandung George Bush Junior yang menjadi Gubernur Florida, merupakan para pelayan dan pembantu kepentingan Zionisme. Marrs awalnya ingin mengetahui akar kekristenan Dinasti Bush, namun yang didapat sungguh mengejutkannya.

Marrs mendapatkan sebuah dokumen yang dikeluarkan National Jewish Welfare Board, saat berlangsungnya perang revolusi Amerika Serikat melawan kolonialis Inggris, mencatat bahwa seluruh anggota Dinasti Bush ternyata berdarah Yahudi dan sengan sendirinya memeluk agama Yahudi. Mereka tercatat sebagai tentara dan juga pelaut Yahudi-Amerika. Ada yang bernama Mayor George Bush, Mayor Louis Bush, dan Mayor Solomon Bush. Nama-nama itu muncul di dokumen tersebut secara jelas. Dengan temuan ini, Marrs sangat yakin bahwa Dinasti Bush adalah sebuah dinasti Yahudi yang berpura-pura komit dengan kekristenannya guna mengelabui warga Amerika dan dunia pada umumnya.

Dinasti Bush dan pusaran elit Zionis Amerika berhubungan dekat. Marrs tanpa ragu menyatakan bahwa Dinasti Bush merupakan sebuah kelompok elit dalam lingkaran pusat kelompok Illuminati Amerika. “Berkedok sebagai penganut Kristen fundamentalis, Bush sebenarnya bekerja sepenuhnya untuk kepentingan Zionis-Yahudi, ” tegas Marrs yang telah melakukan penelitian soal keluarga Bush selama enam tahun.

Ketika terpilih sebagai Presiden AS, George W Bush langsung melantik staf pertamanya untuk Gedung Putih, Ari Fleischer. Dia adalah seorang Rabbi dari sekte radikal Yahudi Lubavitch. Bush juga mempertahankan posisi Allan Grenspan, seorang bankir Yahudi, sebagai Komisaris Federal Reserve, dan juga mengangkat seorang Rabbi Yahudi, Dov Zackheim, sebagai pengawas keuangan Pentagon. Lalu, Bush mengangkat Michael Chertoff sebagai ketua Dalam Negeri (Homeland Security). Padahal ia adalah ideolog Yahudi dan sangat benci kepada Kristen. Ayah Chertoff adalah seorang rabbi dan tokoh radikal Yahudi di AS. Marrs bahkan menyamakan Chertoff sebagai Himmler-nya Amerika (Himmler merupakan ajudan Hitler yang sangat kejam).

“Saya tegaskan, saya telah meneliti latar belakang Dinasti Bush, termasuk dari faksi Rothschild, tanpa keraguan sedikit pun saya tegaskan kepada Anda bahwa Dinasti Bush dan George Walker Bush memang benar adalah Yahudi tulen. Seorang Yahudi berdasarkan keturunan, seorang Yahudi berdasarkan keyakinan. Hanya saja, mereka menyembunyikan itu dari publik dan memakai kedok sebagai keluarga Kristen yang taat. ” begitu pernyataan Mars.

Yahudi sangat lihai dalam bermain simbol. Simbol-simbol juga ini terlihat dalam lambang amerika. Lambang suatu negara ini amat penting, sebab lambang tersebut mengandung dasar filosofi sebuah negara.

Amerika memiliki Lambang Negara yang cukup unik karena memiliki dua sisi. Satu sisi bergambar burung elang (elang apa garuda ya?) yang mengembangkan sayap dan kedua kakinya mencengkeram anak panah dan daun zaitun. Sisi lainnya berlambang piramida masonik. Lambang burung ini juga terdapat pada lambang nazi. Burung ini adalah phoenix, sejenis burung dewa dalam mitologi mesir. Jepang menyebutnya Karura dan Garuda di Indonesia. Lho? Jadi lambang Indonesia juga? Entahlah dengan Indonesia. Setahu penulis garuda adalah kendaraan dewa Wisnu. Dewa Wisnu sendiri merupakan salah satu dewa dalam ajaran Hindu yang berasal dari India, yang mana banyak ahli yang menyatakan bahwa kebudayaan India banyak memiliki kesamaan dengan budaya mesir kuno. Misalnya Hapi, dewa sungai nil, di India dikenal sebagai Gangga, dewa penjaga sungai Gangga. Hathor, patung anak sapi yang disembah bani israil dulu sama dengan Nandini, kendaraan dewa Wisnu selain garuda. Ra, dewa matahari juga dikenal sebagai Surya. Dalam salah satu tulisan karya Harun Yahya, disinyalir Samiri pergi bersama para pengikutnya setelah diusir oleh Nabi Musa. Aneh jika Nabi Musa memerintahkan pengikutnya bunuh diri untuk bertobat sedangkan Samiri yang pertama menghasut bani israil justru diusir. Mungkin Samiri pergi ke India dan menyebarkan ajarannya disana.

Kembali ke lambang burung. Di atas kepala burung elang tersebut, ada sekumpulan bintang yang membentuk susunan bintang david. Bila dicermati, lambang negara amerika ini dipenuhi dengan berbagai simbol yang seluruhnya mengarah kepada angka 13. Angka 13 sendiri sejak lama sudah dikenal dunia sebagai angka mistis yang sarat dengan pemujaan terhadap setan.

Selain sebagai angka setan, 13 juga bisa dianggap menyimbolkan 13 suku israel, di mana suku ke-13 adalah suku benjamin yang terbuang. Atau 13 juga menyiratkan banyaknya jumlah koloni Inggris di Amerika saat Inggris masih berkuasa di benua itu. Apa pun, angka 13 ternyata memang banyak terdapat di lambang negara adidaya tersebut.

Sisi burung, angka 13 terdapat di:

• 13 bintang di atas kepala burung membentuk Bintang David.

• 13 garis di perisai atau tameng burung.

• 13 daun zaitun di kaki kanan burung.

• 13 butir zaitun yang tersembul di sela-sela daun zaitun.

• 13 anak panah.

• 13 bulu di ujung anak panah.

• 13 X 9 titik yang mengitari Bintang David di atas kepala burung.

Sisi Piramida Masonik, angka 13 terdapat di:

• 13 huruf yang membentuk kalimat ‘Annuit Coeptis’

• 13 huruf yang membentuk kalimat ‘E Pluribus Unum’

• 13 lapisan batu yang membentuk piramida.

Selain itu, di sisi belakang lambang negara amerika ini, jelas-jelas berbentuk piramida yahudi yang lebih popular diistilahkan dengan The All Seing Eyes Pyramid.

Di dasar piramida terdapat angka Romawi yang jika diterjemahkan ke dalam tulisan latin memiliki makna 1776, tahun kemerdekaan negara Amerika. Lapisan batu yang membentuk piramida ada 13 lapis yang menyimbolkan ke-13 suku yahudi.

Di atas puncak piramida yang belum jadi, bertahta All Seing Eyes, mata dewa Horus, salah satu dewa dalam kepercayaan paganisme dan Kabbalah.

Tahun kemerdekaan Amerika Serikat memang tahun 1776 atau dalam tulisan Romawi MDCCLXXVI. Namun menurut banyak Simbolog, yakni para pakar ilmu simbol, angka Romawi tersebut sebenarnya mengandung kode tersembunyi yang merujuk pada angka satanisme yakni 666. Bagaimana membacanya?

Menurut mereka, dalam nilai jumlah besar, kadangkala huruf ‘M’ tidak disertakan dan hanya merupakan ‘penghias’. Sebab itu yang tinggal hanya DCCLXXVI yaitu D = 500, C = 100, L = 50, X = 10, V = 5, dan I = 1.

Mari kita hitung: DC = 600, LX=60, dan VI=6, jadi 666. Mark of the Beast atau dalam bahasa pakar Alkitab juga disebut sebagai The Evil Trinity, Trinitas Iblis!

See? Pantaslah amerika semangat sekali menghancurkan Islam.

No comments:

Post a Comment