Monday, October 21, 2013

Syiah dan pecahannya

Imam Syafei menyatakan sbb :In kaana rofdlonhubbu ila Muhammadin - Fal yasyahadisy syaqolanu inni rofdiyyi. "Jika saya akan dituduh orang Syi'ah karena saya mencintai keluarga Muhammad, maka saksikanlah oleh seluruh manusia dan jin bahwa saya ini adalah penganut Syi'ah"

Pernyataan tersebut dilontarkan beliau pada saat kekhalifaan beliau dan berhasil menyatukan umat yang sedang dilanda perpecahan kedalam satu wadah "Ahlul Sunnah Wal Jamaah".

Hendaknya kita jangan terperosok kedalam dikotomi yang seakan akan Sunni benar, Syiah Sesat atau sebaliknya Syiah Benar Sunni Sesat, akan tetapi kajilah secara bijaksana dan bacalah sejarah dengan keimanan kita kepada Allah SWT dan Kecintaan kita kepada Rasulullah SAWW dan hayatilah ayat berikut ini yang disebut ummul Sholawat : "Innalloha wamala'ikatahu yussoluna alannabi - Ya ayyuhalladzi na'amanu sollu alaihi wassalimu taslima" (QS Al-Ahzaab 33:56) .

Disitus situs Islam dan berbagai buletin Islam banyak artikel artikel tentang kesesatan syiah, yang permasalahannya syiah yang mana? berikut ini uraian uraian aliran/mazhab syiah yang perlu kita ketahui.

Menurut bahasa, kata Syiah berarti pendukung. Seperti Syiah Ali berarti pendukung Ali, Syiah Muawiyah berarti pendukung Muawiyah.

Pada dasarnya di masa pemerintahan Khalifah Abu Bakar, Umar, Utsman, dan Ali belum ada Syiah yang berarti aliran secara resmi, sekalipun nama itu telah ada dan berkumandang, seperti pada saat pemilihan khalifah ke III, yaitu Utsman bin Affan ada sekelompuok masyarakat yang mendukung Ali bin Abu Thalib, tetapi setelah umat Islam memutuskan memilih Utsman bin Affan sebagai khalifah pengganti Umar bin Khattab r.a., maka yang tadinya kelompok yang mendukung Ali bersatu untuk mendukung Utsman bin Affan r.a., sebagai Khalifah, termasuk Ali bin Abu Thalib r.a. Dengan demikian, sejarah organisasi atau aliran yang bernama Syiah pada saat itu secara resmi belum ada.

Dalam kitab At-Ta'rifat disebutkan bahwa Syiah adalah mereka yang mendukung Ali bin Abu Thalib r.a. sebagai khalifah, dan mereka mengatakan bahwa kepemimpinan tidak akan keluar dari Imam Ali dan cucu-cucunya.

Awal Munculnya Syiah
Setelah terjadi perang saudara antara Ali bin Abu Thalib dan Muawiyah, maka mulailah muncul nama Syiah sebagai nama sebuah aliran atau golongan, yang saat itu kelompok Syiah adalah suatu kelompok yang sangat gigih membela Khalifah Ali bin Abu Thalib, sekalipun kelompok Muawiyah juga disebut Syiah dalam arti pembela atau pendukung Muawiyah dan bukan nama sebuah kelompok atau aliran resmi. Hal itu terbukti bahwa dalam pelaksanaan perjanjian "Tahkim" di mana di dalam perjanjian itu disebutkan bahwa apabila orang yang ditentukan itu berhalangan, maka diisi oleh orang-orang dari Syiah masing-masing, namun kedua kelompok itu, baik Syiah Ali atau Muawiyah sama-sama Ahli Sunnah wal-Jamaah, mereka mengikuti ajaran Nabi saw. secara utuh tanpa membuat-buat ajaran sendiri, seperti yang terjadi pada aliran-aliran Syiah saat ini, yang ajarannya merupakan racikan sendiri, sekalipun ada sekelompok Syiah yang masih berpegang teguh dengan ajaran Allah dan rasul-Nya secara utuh.

Firqah-Firqah Syiah
Secara umum kelompok Syiah dapat dikelompokkan menjadi empat kelompok besar. Sebab firqah-firqah Syiah yang jumlahnya mencapai ratusan dan sebagian riwayat menyebutkan sampai 300 aliran itu semua bermuara dari empat kelompok besar tersebut.

Syiah Al-Mukhlashin
Yaitu kelompok Syiah yang pada saat Ali bin Abu Thalib menjadi khalifah telah ada, mereka ini terdiri dari kalangan muhajirin dan anshar yang mendukung Ali bin Abu Thalib sebagai khalifah, mereka tidak mengafirkan, mencaci, menghina, dan membenci s-ahabat, mereka juga berpegang teguh dengan ajaran Allah dan rasulNya secara utuh dan tidak membuat ajaran sendiri, tidak menambah, mengurangi, mengubah, atau memalsukan ajaran Islam.

Syiah Tafdliliyah
Yaitu kelompok Syiah yang sepenuhnya mendukung Khalifah Ali bin Abu Thalib sebagai khalifah, melebihi sahabat Nabi saw. lainnya, namun mereka juga tidak mengafirkan, mencaci, menghina, atau membenci para sahabat Nabi saw., seperti Abu Bakar, Umar, dan Utsman.

Syiah As-Sab'iyah
Kelompok Syiah ini juga disebut Syiah At-Tabri'iyah. Kelompok Syiah inilah yang mengafirkan, mencaci, dan menghina sahabat Nabi saw., seperti Abu Bakar, Umar, dan Utsman. Mereka berlebihan dalam memuji sahabat Ali dan membelanya dan bahkan ada yang menganggap bahwa Ali bin Abu Thalib adalah nabi, ada pula yang mengatakan bahwa Ali bin Abi Thalib adalah Tuhan.

Syiah Ghulat
Yaitu kelompok Syiah yang mengatakan secara terang-terangan bahwa Ali bin Abu Thalib adalah Tuhan, bahkan Al-Jahd mengatakan bahwa roh Allah adalah roh Ali bin Abu Thalib. Kelompok Syiah ini pecah menjadi 24 golongan.

Perpecahan di Tubuh Syiah
Berpangkal dari empat kelompok besar tersebut, Syiah pecah menjadi puluhan bahkan ratusan golongan, dan tiap-tiap golongan mempunyai ajaran yang kadang-kadang berbeda akidah dan syariatnya antara satu dengan yang lainnya. Ada yang jauh dari ajaran Islam dan ada yang masih berpegang teguh dengan ajaran Islam secara utuh, ada pula yang mencampuradukkan antara ajaran Islam dengan ajaran para imam mereka. Lain dari itu, tidak semua kelompok Syiah dapat berkembang sampai saat ini, hanya ada beberapa kelompok Syiah yang sampai saat ini masih eksis, seperti Syiah Imamiyah yang saat ini berkembang di berbagai negara Islam di dunia ini. Sebagai contoh adanya perpecahan di tubuh Syiah adalah perpecahan yang terjadi di tubuh Syiah Saba'iyah dan Syiah Ghulat.

Syiah Ghulat
Syiah Ghulat adalah kelompok Syiah yang berlebihan dalam memuja Sayidina Ali bin Abu Thalib, bahkan menganggapnya sebagai Tuhan dan roh Allah adalah roh Ali. Kelompok Syiah ini pecah menjadi 24 golongan.

Syiah Saba'iyah
Adalah kelompok Syiah yang dinahkodai oleh Abdullah bin Saba', salah seorang Yahudi tulen yang mengaku dan pura-pura masuk Islam. Mereka menganggap bahwa Ali bin Abu Thalib adalah Tuhan, bahkan pada saat Ali r.a. wafat ia mengatakan bahwa Ali bin Abu Thalib belum meninggal dan tidak akan meninggal.

Syiah Al-Mufadliliyah
Yaitu kelompok Syiah yang dipimpin oleh Mufadlal as-Saifary. Mereka bekeyakinan bahwa amir atau imam atau khalifah derajatnya sama dengan derajat nabi, mereka mempunyai otoritas ketuhanan.

Syiah As-Sarighiyah
Yaitu kelompok Syiah yang sepaham dengan Syiah Al-Mufadliliyah.

Syiah Al-Bazi'iyah
Yaitu kelompok Syiah di bawah kepemimpinan Bazi' bin Yunus, mereka meyakini bahwa Imam Ja'far ash-Shadiq adalah Tuhan.

Syiah Al-Kamiliyah
Yaitu kelompok Syiah yang dipelopori oleh Abu Kamil. Mereka meyakini bahwa orang yang telah meninggal dunia rohnya dapat berpindah-pindah kepada orang lain.

Syiah Mughayiriyah
Yaitu kelompok Syiah pimpinan Mughirah bin Sa'id al-Ajaly. Mereka berkeyakinan bahwa Allah berjasad dan berwujud sebagai seorang laki-laki.

Syiah Jinahiyah
Syiah kelompok ini dipimpin oleh Abdullah bin Mu'awiyah bin Abdullah bin Ja'far Dzil Janahaini. Mereka berkeyakinan bahwa roh manusia dapat berpindah-pindah dan pada mulanya roh Allah adalah Nabi Adam.

Syiah Al-Bayaniyah
Yaitu kelompok Syiah pimpinan Bayan bin Sam'an at-Tamimi. Mereka berkeyakinan bahwa Allah berwujud seperti manusia.

Syiah Al-Manshuriyah
Yaitu kelompok Syiah piminan Abu Manshur al-Ajaly. Mereka berkeyakinan bahwa kenabian dan kerasulan tidak terputus selamanya.

Syiah Al-Ghamamiyah
Syiah Al-Ghamamiyah juga disebut Syiah Ar-Rabi'iyah. Mereka berkeyakinan bahwa Allah setiap musim semi turun ke tiga bumi dalam keadaan terhalang oleh awan dan berputar-putar mengelilingi dunia kemudian naik ke langit lagi.

Syiah Al-Imamiyah
Yaitu kelompok Syiah yang menganggap bahwa kedudukan imam atau amir atau khalifah sama dengan nabi, mereka berhak untuk membuat ajaran atau syariat. Syiah jenis inilah yang saat ini berkembang biak dan maju pesat yang dewasa ini telah tersebar ke berbagai negara-negara di belahan dunia ini, termasuk di Indonesia, Malaysia, Singapura, dan lain-lain, lebih-lebih di Timur Tengah dan khususnya di Iran yang merupakan basis perkembangan Syiah Imamiyah.

Syiah At-Tafwidliyah
Yaitu krlompok Syiah yang beranggapan bahwa Allah menciptakan Nabi Muhammad saw kemudian memerintahkan-Nya menciptakan isinya.

Syiah Khattabiyah
Yaitu kelompok Syiah pimpinan Abu Khattab al-Asady. Mereka berkeyakinan bahwa para imam atau amir mereka adalah nabi.

Syiah Al-Ma'damariyah
Yaitu Syiah kelompok Al-Ma'mar. Mereka berkeyakinan bahwa Imam Ja'af ash-Shadiq adalah nabi.

Syiah Al-Ghurabiyah
Yaitu kelompok Syiah yang mengatakan bahwa Rasulullah saw. sama wajah dan postur tubuhnya seperti Ali bin Abu Thalib, laksana burung gagak dengan burung gagak. Dan, pada saat Allah mengutus malaikat Jibril untuk menyampaikan wahyu kepada Ali bin Abu Thalib salah alamat kepada Muhammad saw. karena raut wajahnya yang sama, sehingga Jibril tidak dapat membedakannya, maka jadilah Nabi Muhammad saw. sebagai nabi yang seharusnya adalah Ali yang menjadi nabi.

Syiah Zubabiyah
Adalah kelompok Syiah yang termasuk bagian dari Syiah Al-Ghurabiyah, hanya saja mereka mengatakan dan meyakini bahwa Nabi Muhammad saw. adalah nabi dan kenabiannya bukan karena Jibril pada saat memberikan wahyu salah alamat, memang Nabi Muhammadlah yang diutus oleh Allah sebagai nabi dan bukan Ali.

Syiah Adz-Dzammiyah
Yaitu kelompok Syiah yang selalu mencaci-maki dan menghina Nabi Muhammad saw., karena menurut mereka yang berhak menjadi nabi adalah Ali bin Abu Thalib dan bukan Muhammad.

Syiah Al-Itsniyaniyah
Kelompok Syiah ini termasuk Syiah Adz-Dzammiyah, hanya bedanya Syiah ini menganggap bahwa Nabi Muhammad saw. adalah Tuhan dan bukan nabi.

Syiah Al-Khamsiyah
Yaitu kelompok Syiah yang juga termasuk bagian dari Syiah Dzammiyah, mereka menganggap bahwa Nabi Muhammad saw., Ali bin Abu Thalib, Fatimah, Hasan, dan Husein adalah Tuhan.

Syiah An-Nusairiyah
Yaitu kelompok Syiah yang berkeyakinan bahwa Allah menitis kepada Ali bin Abu Thalib dan anak-anaknya.

Syiah Al-Ishaqiyah
Yaitu kelompok Syiah yang berkeyakinan bahwa roh Tuhan menitis kepada Ali bin Abu Thalib, namun mereka berselisih paham, setelah Ali meninggal dunia roh Tuhan tersebut menitis kepada siapa saja.

Syiah Al-Albaiyah
Yaitu kelompok Syiah pimpinan Al-Ba' bin Arwa' al-Asady. Mereka berkeyakinan bahwa amir atau imam mereka adalah Tuhan dan derajatnya sama dengan Tuhan dan bahkan lebih tinggi daripada nabi.

Syiah Ar-Razamiyah
Yaitu kelompok Syiah yang dipimpin oleh Muhammad bin Al-Hanafiyah dan setelah meninggal digantikan oleh putranya, kemudian diganti oleh Ali bin Abdullah bin Al-Abbas, kemudian diganti oleh putranya Abu Al-Manshur. Mereka berkeyakinan bahwa Allah menitis kepada Abu Muslim, dan meyakini bahwa Abu Muslim tidak akan meninggal dunia selama-lamanya.

Syiah Al-Muqannaiyah
Yaitu kelompok Syiah yang dipimpin oleh Al-Muqanna'. Para pengikutnya meyakini bahwa Al-Muqanna' adalah Tuhan, setelah meninggalnya Al-Husain. Wallaahu a'lam

Sumber: Mengenal Aliran-Aliran Islam dan Ciri-Ciri Ajarannya, Drs. Muhammad Sufyan Raji Abdullah, Lc

Buku Mengenal Aliran-Aliran Islam dan Ciri-Ciri Ajarannya oleh Drs. Muhammad Sufyan Raji Abdullah, Lc telah diterbitkan oleh penerbit LPPI Riyadhus Shalihin, Jln. Curug Cempaka Blok III, No. 97, Jatiwaringin, Pondok Gede, Telp. (021) 8618791, Jakarta) Al.islam.or.id
Janganlah kita ragu & bingung...
peganglah pada madzhab Syiah Rasulullah SAW & Ahlul Baitnya, dan peganglah ucapan Imam Syafei : "Jika saya akan dituduh orang Syi'ah karena saya mencintai keluarga Muhammad, maka saksikanlah oleh seluruh manusia dan jin bahwa saya ini adalah penganut Syi'ah "

insya Allah kita akan selamat.

Sunday, October 20, 2013

Data Bingkisan rindu buat kekasih


The best of Data

rahsia kesabaranku




mencari salah silap ku 

 


Ini Yang Mampu 

Aku kesunyian


sayu


 

Biar Gambar Bercerita lagi- Tokoh Syiah Malaysia dan Kematian Yang Mengaibkan

Lihatlah bagaimana aibnya orang yang dikatakan suci dan sesucinnya apabila mengkafirkan para sahabat dan memusuhi umat islam Ahli Sunnah Wal Jamaah sudah pastinya Allah tidak menghukum mayatnya sedemikian rupa. Keaiban yang diterima sebelum dikebumikan.- Ini lah tokoh syiah yang didewakan seluruh dunia syiah.
Begitulah bunyinya salah satu komen pada artikel yang saya petik di bawah ini dari blog ini: http://iconicphotos.wordpress.com. Kejadian taksub untuk menyentuh  jenazah pemimpin mereka  sehinggakan  kain kafan hampir menelanjangi tubuh jenazah.
Kita di Malaysia mungkin kali terakhir kita membaca atau mendengar kisah Khomeini ialah peristiwa mayatnya diusung dan diaibkan apabila seluruh dunia melihat batang tubuhnya yang kaku hampir ditelanjangkan dan jatuh tergolek
Di Malaysia fahaman syiah ini  sedang berkembang luas diantara yang cukup sinonim dalam hal ini ialah  beberapa org tokoh parti politik yang sentiasa memusuhi  umat Islam ASWJ di dalam negara ini.

Mat Sabu merupakan satu-satu pimimpin tertinggi sebuah parti dari Malaysia yang membuat penghormatan sebegini (baca) dalam pada ketika semua pimpinan dan penduduk negara Islam mengecam serta mengutuk keganasan yang telah dilakukan oleh regim Assad terhadap rakyat jelatanya termasuk wanita dan anak-anak kecil.
Dalam pada kecaman masyarakat antarabangsa terhadap regim Assad ini tersebar pula rakaman video Mat Sabu melawat Damsyik dan bertemu dengan pimpinan kanan Assad. Video di Youtube ini bertarikh 19 September 2012.
Lebih sebulan sebelum itu IB pernah bertanya Apa Komen Mat Sabu Berhubung Kebangkitan Di Syria? Sebab itu kita  bertanya adalah kerana orang ramai sudah mahfum Mat Sabu penganut Syiah yang kufur hukumnya.
Dengan penyiaran video lawatan Mat Sabu bertemu junta tentera pro-Iran di Syria mengesahkan segalanya.
Petikan gambar dari pertemuan tersebut adalah seperti berikut:

Pertemuan empat pasangan mata di pejabat menteri (Kalau di Malaysia – di Putrajaya lah!)

Rakaman pertemuan ini disiarkan TV Syria dengan tersiar juga sedikit ”bahasa Inggeris” yang diguna Mat Sabu 
Mat Sabu ditemani oleh orang kuatnya yang juga berjawatan dalam parti PAS peringkat negeri
Apabila penyiaran video meluas dan sampai ke pengetahuan Haji Hadi Awang, beliau telah memanggil Dr. Syed Azman Syed Ahmad untuk mendapat beberapa pengesahan.
Syed Azman dipilih kerana beliau dilihat dan dianggap sebagai antara pimpinan PAS yang yang paling rapat dengan Mat Sabu dan juga Syed Azman pernah menjadi orang kanan Haji Hadi sebelum kini menjadi loyalis dalam kem Anwarinas.
Syed Azman turut memperakui bahawa Mat Sabu turut beramal dengan amalan-amalan Syiah lain dan turut melakukan pelbagai takiyyah dalam banyak ketika sambil memberi beberapa contoh bagi memperjelaskan kepada Presidennya itu.
Mari kita baca seterusnya:-
June 6 1989:
To cover-up the humiliating funeral of Ayatollah Ruhollah Khomeini, the Iranian authorities tried to confiscate every roll of film taken in a crowd estimated at 2 million. One of such photos made it to The Associated Press in London next day and it shows the emotional outpouring at the funeral that reflected both Iranians’ grief over the death of the leader who seemed to embody their revolution and the emphasis Shiite Muslims place on martyrdom and death. When the Ayatollah’s coffin was brought to Behesht-e-Zahara cemetery in Teheran, wailing mourners ripped the body from the flimsy box and fought to touch it. — the New York Times
ayatollah khomeini funeral 22.jpg
Khomenidead2.jpg
Westerners found [it] as bizarre, frightening — and ultimately incomprehensible, wrote Time. As a helicopter brought the open wooden coffin containing the mortal remains of the Imam, nearly a million mourners thrust forward in the blistering heat and choking dust to touch the body and snatch a piece of the linen burial shroud, leading to an ignominious exposing of the remains.
The corpse spilled to the ground, bare feet protruding from beneath the white shroud. As the Revolutionary Guards beat back the crowds, firing shots in the air and spraying fire hoses, other soldiers shoved the body and coffin back into the chopper. It lifted off with the casket hanging precariously out the door.
Some five hours passed before there was another, successful attempt to deliver the body to its final resting place, this time encased in a metal coffin. With chants of “Death to America!”, the guards ripped of the metal lid to inter the body in only a shroud in accordance with the Islamic tradition.
The grave was quickly covered with concrete slabs and a large freight container to prevent the mourners from exhuming the corpse. By the end of the ceremony, eight people had died, more than 440 people had been hospitalized and an additional 10,800 had been treated for injuries.”

lawak akad nikah


Wednesday, October 2, 2013

Tokoh syiah indonesia..

1. Jalaludin Rahmat
jalaluddin2brakhmat

Seorang yang pada tahun akhir 1980-an dikenal sebagai pakar komunikasi. Sampai saat ini dia adalah pengajar di Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung. Dia disebut-sebut sebagai tokoh sentral syi’ah Indonesia. Ternyata ini bukan isapan jempol bila dilihat dari kiprahnya dan dan sepak terjangnya pada organisasi syi’ah di Indonesia.

Pendiri dan pimpinan SMA Muthahhari, Bandung ini juga menjadi pendiri Islamic Cultural Center (ICC) Jakarta bersama Dr. Haidar Bagir. Jalaludin Rahmat kini menjabat sebagi Ketua Dewan Syura Ikatan Jamaah Ahlul Bait Indonesia (IJABI) yang kini sudah mempunyai hampir 100 Pengurus Daerah (tingkat kota) di seluruh Indonesia dengan jumlah anggota sekitar 2,5 juta orang.

Selain itu ia mendirikan Pusat Kajian Tasawuf (PKT): Tazkia Sejati, OASE-Bayt Aqila, Islamic College for Advanced Studies (ICAS-Paramadina), Islamic Cultural Center (ICC) di Jakarta, PKT Misykat di Bandung. Semua lembaga-lembaga tersebut adalah organisasi syi’ah. Bisa dilihat pada buku Fakta dan Data Perkembangan Syi’ah di Indonesia September 2012, karya ustadz Farid Ahmad Okbah MA.

Adapun pernyataan Kang Jalal, begitu dia biasa dipanggil yang mendukung syi’ah yakni pada 29 Agustus 2012 lalu, dia mengancam untuk menumpahkan darah Ahlus Sunnah di Nusantara atas bentrokan Sampang Madura. “Orang-orang Syiah tidak akan membiarkan kekerasan ini. Karena untuk pengikut Syiah, mengucurkan darah bagi Imam Husein adalah sebuah kemuliaan,” ujar Jalaluddin

2. Dina Y. Sulaeman

Dina Y SulaemanPerempuan yang lahir di Semarang pada 30 Juli 1974. Penerima summer session scholarship dari JAL Foundation untuk kuliah musim panas di Sophia University Tokyo ini lulus dari Fak. Sastra Arab Universitas Padjdjaran tahun 1997. Ia sempat menjadi staf pengajar di IAIN Imam Bonjol Padang.

Tahun 1999 meraih beasiswa S2 dari pemerintah Iran untuk belajar di Faculty of Teology, Tehran University. Tahun 2011, ia menyelesaikan studi magister Hubungan Internasional Universitas Padjadjaran. Tahun 2002-2007 ia berkarir sebagai jurnalis di Islamic Republic of Iran Broadcasting.

Dina penulis yang produktif, banyak masyarakat yang tidak mengetahui bahwa dia adalah seorang syiah sejati. Berikut ini sejumlah buku yang telah ditulisnya, antara lain, Oh Baby Blues, Mukjizat Abad 20: Doktor Cilik Hafal dan Paham Al Quran, Pelangi di Persia, Ahmadinejad on Palestine, Obama Revealed, Bintang-Bintang Penerus Doktor Cilik, Princess Nadeera, Prahara Suriah dan Journey to Iran.

Aktif menulis artikel opini politik Timur Tengah yang dimuat di media massa dan berbagai website. Otong Sualeman suami Dina, juga syiah,  dia adalah mahasiswa Qom yang menulis novel Dari Jendela Hauzah, terbitan grup Mizan. Keduanya pernah bekerja sebagai jurnalis di IRIB (Radio Iran Indonesia) selama tujuh tahun di Iran.

3. Haidar Bagir

haidar-bagir (1)Haidar Bagir bersama Jalaluddin Rakhmat, mendirikan Yayasan Muthahhari, yang mengelola SMA (Plus) Muthahhari di Bandung dan Jakarta.

Haidar Bagir merupakan pendiri perusahaan Penerbit Mizan. Oleh karena itu, perlu diwaspadai buku-buku terbitan Mizan tentang persoalan Syiah dan Ahlus Sunnah. Demikian juga ia pernah bekerja di surat kabar Republika, sehingga sampai sekarang pengaruhnya terhadap pemberitaan Syi’ah masih menyudutkan Ahlus Sunnah, membela Iran dan sekutu-sekutu Syi’ahnya, dan melakukan taqiyah dalam pemberitaannya.

Haidar Bagir lahir di Solo, 20 Februari 1957 ini adalah alumnus Teknologi Industri ITB 1982 dan mengenyam pendidikan pasca sarjana di Pusat Studi Timur Tengah Harvard University, AS 1990-1992, dan S-3 Jurusan Filsafat Universitas Indonesia (UI) dengan riset selama setahun (2000 – 2001) di Departemen Sejarah dan Filsafat Sains, Indiana University, Bloomington, AS. Sejak awal 2003, dia mendapat kepercayaan sebagai Ketua Yayasan Madina Ilmu yang mengelola Sekolah Tinggi Madina Ilmu yang berlokasi di Depok.

Di antara pengalaman pekerjaan lainnya, menjadi direktur utama GUIDE (Gudwah Islamic Digital Edutainment) Jakarta, ketua Pusat Kajian Tasawuf Positif IIMaN, Ketua Badan Pendiri YASMIN (Yayasan Imdad Mustadh’afin), staf pengajar Jurusan Filsafat Universitas Madina Ilmu (1998), staf pengajar Jurusan Filsafat Universitas Indonesia (1996), dan staf pengajar Jurusan Filsafat Universitas Paramadina Mulya, Jakarta (1997).

4. DR. Khalid Al Walid, MA

dr-khalid-al-walidKetua Majelis Ulama Indonesia Pusat KH. Cholil Ridwan, menjelaskan bahwa organisasinya melakukan evaluasi atas dugaan adanya seorang tokoh Syiah dalam kepengurusan MUI pusat. Hal ini mengemuka setelah tokoh tersebut datang ke Sampang atas nama MUI pusat, mendesak dicabutnya fatwa sesat Syiah dari MUI Jatim.

Pengurus MUI yang terindikasi sebagai penganut Syiah adalah DR. Khalid Al-Walid. Ia adalah alumnus dari Hawzah Ilmiah Qom, yang judul desertasinya di UIN Syarif Hidayatullah adalah “Pandangan Eskatologi Mulla Shadra”.

Saat disertasinya diuji oleh tim penguji dari UIN Syarif Hidayatullah, Prof. DR. Azyumardi Azra pada Tahun 2008 lalu. Tiba di bagian akhir acara, Azyumardi bertanya, “Apakah Anda penganut mazhab Syi’ah? Jangan salah duga”. Tanyanya.

“Saya akan bangga bila UIN berhasil meluluskan seorang doktor Syiah, karena menjadi bukti nyata bahwa lembaga ini menjunjung tinggi pluralisme dan toleransi antar mazhab Islam,” lanjut Direktur Pascasarjana UIN tersebut.

Khalid Al Walid saat itu menjawab, “Eh… Saya sama dengan Pak Haidar,” jawabnya berdiplomasi seraya menunjuk DR. Haidar Bagir yang duduk di samping Prof. DR. Mulyadhi Kartanegara yang menjadi pembimbing disertasi Khalid Al Walid. Sebagaimana diketahui, Haidar Bagir adalah tokoh Syiah di Indonesia dan selalu membela berbagai kepentingan Syiah.

Selain itu, DR Khalid Al Walid juga menjabat sebagi dewan syuro Ahlul Bait Indonesia (ABI), ormas lokomotif  kelompok syiah di Indonesia.

Dalam daftar pengurus MUI yang tercantum dalam situs resminya, tercantum nama Dr. H. Khalid al-Walid, M.Ag yang menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi Ukhuwah Islamiyah MUI Pusat.

5. Muhsin Labib

Muhsin LabibLabib adalah Dosen Filsafat di UIN Syarif Hidayatullah yang merupakan lulusan Muhsin Qum Iran. Ia menulis banyak buku tentang Syiah dan menjadi pembela Syi’ah Imamiyah di berbagai kesempatan.

Di antara buku-bukunya adalah Ahmadinejad: David di Tengah Angkara Goliath, Husain Sang Ksatria Langit, Kamus Shalat, Gelegar Gaza, Primbon Islam, Goodbye Bush,dan lainnya.

Muhsin Labib pernah mengatakan, “Orang yang anti Syiah adalah orang yang esktrimis dan menjadi ancaman bagi negara Republik Indonesia.”

6. Penyanyi Haddad Alwi

Dia  adalah penyanyi yang cukup terkenal yang biasa berduet dengan biduanita Sulis. Salah satu lagunya yang berjudul Ya Thoybah, diubah liriknya dalam bahasa Arab dan berisi pujian pada Ali bin Abi Thalib secara berlebihan.

Hadad Alwi turut mengunjungi korban konflik sosial syiah di Sampang Madura 29 September 2012. Dia memberi motifasi dan dukungan kepada para pengungsi syiah.
haddad-alwi1

Sementara, kalau nyanyiannya itu seperti Ya Thoybah, tidak mudah diidentifikasi oleh orang awam kebanyakan, sehingga orang tidak mudah untuk menyalahkannya. Karena dia berbahasa Arab, menyebut nama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, sahabat Ali radhiyallahu ‘anhu menyebut Al-Quran dan sebagainya. Padahal, nyanyian Ya Thoybah itu justru isinya berbahaya bagi Islam, karena ghuluw (berlebih-lebihan) dalam memuji Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu.

Berikut ini kutipan bait yang ghuluw dari nyanyian Ya Thoybah (wahai Sang Penawar): Ya ‘Aliyya bna Abii Thoolib Minkum mashdarul mawaahib. Artinya: “Wahai Ali bin Abi Thalib, darimulah sumber keutamaan-keutamaan (anugerah-anugerah atau bakat-bakat).”

Sunday, September 29, 2013

Kerjasama

Di sela-sela sengitnya pertempuran di desa-desa dan bandar-bandar di wilayah Alepo, mujahidin Islam berjaya menghancurkan bahagian perang elektronik tentera rejim Syria di pinggiran Alepo, Kamis (9/8/2012).

Suksesnya operasi mujahidin melumpuhkan bahagian perang elektronik tentera rejim Syria itu merupakan buah kerjasama dua kumpulan jihad di Alepo. Kedua-duanya adalah Jabhah Nushrah yang merupakan nama awam Al-Qaeda wilayah Syria dan mujahidin platun Ash-Shahba 'yang merupakan sebahagian daripada kompi Liwa' Tauhid dalam Tentera Kebebasan Syria. Kejayaan operasi ini menandakan koordinasi antara mujahidin Islam dan Tentera Kebebasan Syria semakin baik di semua front pertempuran.

Komander platun Ash-Shahba'dalam kompi Liwa 'Tauhid, Abu Hamzah Al-Halabi, kepada wartawan harian Turki, Anadhol, menyatakan bahawa mujahidin dari kompi Liwa' Tauhid dan Jabhah Nushrah bekerja sama dalam melumpuhkan bahagian perang elektronik tentera rejim Syria di daerah Tal Shaghib , pinggiran Alepo Utara pada Khamis.

Kepada wartawan Anadhol, komander Abu Hamzah Al-Halabi menyatakan bahawa mujahidin Liwa 'Tauhid dan Jabhah Nushrah mengepung kedudukan bahagian perang elektronik tentera rejim Syria di desa Marjah, Alepo selama 24 jam penuh. Divisi perang elektronik adalah bahagian perang rejim Syria yang memetakan kedudukan di darat dan memberi isyarat sasaran serangan kepada pesawat tentera rejim Syria. Pengeboman yang meluluh lantakkan desa-desa dan bandar-bandar di Alepo bermula oleh pekerjaan bahagian perang elektronik.

Pertempuran sengit pun berlaku selama beberapa jam dan mujahidin menewaskan 25 tentera rejim Syria. Mujahidin juga berjaya menghancurkan empat kenderaan tentera dan merebut beberapa lori tentera. Tak lama setelah pertempuran sengit berhenti, pesawat tentera rejim Syria jenis Ming dan helikopter tentera menembak mujahidin dengan peluru berpandu udara.

Wartawan harian Anadhol melaporkan langsung dari lapangan bahawa pihaknya telah mendapatkan video aktiviti kenderaan-kenderaan tentera bahagian perang elektronik tentera Syria sebelum dikepung oleh mujahidin.

Para saksi mata di Alepo melaporkan bahawa pengeboman pesawat tentera jenis Ming terhadap desa-desa dan bandar-bandar di wilayah Alepo selama seminggu terakhir sangat massif. Sebuah peluru berpandu yang dilancarkan pesawat tentera itu di desa Shalahuddin mampu meluluh lantakkan sebuah bangunan yang terdiri daripada beberapa tingkat.